ilustrasi: Humor Gus Dur

Jangan Cerita Siapa pun, Humor Gus Dur tentang Rakyat Kecil 

Humor Sufi 05 April 2020 08:46 WIB

KH Abdurrahman Wahid, tak kehilangan kharismanya dengan humor. Justru humor dan leluconnya, menjadikan komunikasi efektif dalam pelbagai forum.

Di hadapan masyarakat awam, Gus Dur mampu menjadikan humor untuk mengantarkan pengertian dalam ceramahnya. Sejumlah pemimpin dunia pun takluk karena humor-humor Gus Dur. Sehingga, humor tak lepas dari eksistensi orang pesantren yang pernah memipin Indonesia itu.

Ya, bukan Gus Dur kalau tak punya kisah lucu. Nah, kali ini Gus Dur bercerita tentang seorang presiden dan diktator di Amerika Selatan. Karena kekejaman dan keserakahannya, sang diktator dibenci oleh seluruh rakyat.

Suatu hari sang diktator sedang naik kuda mengelilingi ibu kota. Di jembatan, tiba-tiba kuda itu terkejut melihat air sungai yang sangat deras. Si diktator pun jatuh ke sungai dan terseret arus deras.

Kepalanya timbul tenggelam di tengah sungai. Dia beruntung, seorang pengail ikan yang melihat melemparkan tali dan menyelamatkan hidupnya.

Dengan rasa terima kasih sangat besar, sang diktator itu menyatakan kepada pengail miskin siapa dirinya, dan betapa besarnya jasa pengail itu kepada negara, dengan menolong dirinya.

“Jasamu sangat besar. Hadiah apa gerangan yang kau minta karena telah menyelamatkan diriku? Emas, permata, jabatan, perempuan?” tanya si diktator.

Dengan kelugasan orang kecil, pengail itu menjawab: “Satu saja, Paduka. Tolong jangan ceritakan kepada siapa pun bahwa sayalah yang menolong Paduka.”

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Jun 2020 15:25 WIB

Jadwal Tes Rapid dan Swab Massal di Surabaya Hari Ini

Surabaya

Ini jawal rapid dan dan tes swab massal di Surabaya, Kamis 4 Juni 2020.

04 Jun 2020 15:16 WIB

Pernyataan Sikap Habaib, Ulama dan Tokoh Madura: Tolak RUU HIP

Nasional

Pernyataan sikap para habaib, ulama dan tokoh masyarakat Madura.

04 Jun 2020 14:55 WIB

Ini Tiga Syarat Penerapan New Normal dari Wapres Ma'ruf Amin

Nasional

Tiga syarat penerapan new normal.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...