Jamaah An-Nadzir melaksanakan salat Ied, Kamis (14/6/2018) pagi. foto: Antara.

Jamaah An-Nadzir Gowa Rayakan Lebaran Hari Ini

14 Jun 2018 14:15

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Jamaah An-Nadzir menggelar salat Ied di Masjid Desa Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (14/6/2018) pagi.

“Kami menetapkan satu syawal hari ini berdasarkan pengamatan air pasang puncak. Sebenarnya akhir Ramadan jatuh pada Rabu kemarin, hanya saja dari pengamatan puncak serta laporan posko dari Kolaka, Palopo hingga Batam, seluruh jamaah An-Nadzir lebaran hari ini,” ujar Juru Bicara An-Nadzir Lukman A Bakti.

Menurutnya, hasil pengamatan yang diyakini melalui metode hisab dan rukyat, terlihat bulan terbit sekitar pukul 13.00 WITA, sehingga untuk menentukan perpindahan bulan dari Ramadan ke Syawal dilakukan peneropongan bulan dan melihat tanda-tanda alam seperti pasang air laut.

Sejak tiga hari menjelang akhir ramadhan, lanjut dia pemantauan air pasang laut dan pergerakan bulan terus diamati, sehingga pada Kamis ditentukan sebagai akhir ramadan atau masuk 1 Syawal setelah dilakukan musyawarah pada sidang isbat.

“Awalnya diprediksi Rabu, namun berdasarkan pengamatan bulan dan air pasang bila dilihat garisnya mengunakan kain tipis maka sangat jelas, sehingga kami yakin sudah masuk bulan syawal,” tambahnya.

Para jamaah An-Nadzir saling bermaaf-maafan usai menjalankan salat Ied.

Sementara itu, rencananya Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan lebaran Idul Fitri 2018 pada Kamis sore nanti.

Sidang isbat tersebut merupakan tahapan akhir penentuan 1 Syawal 1439 Hijiriah setelah dilakukan pemantauan hilal maupun rukyatul hilal di 97 titik tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Dari Hasil rukyatul hilal tersebut beserta data hisab posisi hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk penentuan awal bulan syawal.

Sebelumnya, jamaah tarekat Naqsabandiyah juga melaksanakan salat Ied lebih awal pada Rabu (13/6) di berbagai daerah di Indonesia, dengan menetapkan satu syawal 1439 Hijriah telah masuk pada Rabu. Ini didasari dengan metode hisab Munjid, yaitu penghitungan 30 hari sejak awal puasa dan telah digunakan secara turun temurun. (Antara)