Jalan Macet Karena Proyek Balai Pemuda, Ini Tanggapan Dishub

08 Nov 2018 21:23 Surabaya

Sebagian badan jalan di sekitar persimpangan Bundaran Air Mancur Pemuda yang ditutup akibat pembangunan proyek basement di komplek Balai Pemuda terus menimbulkan polemik.

Penyempitan badan jalan yang menghubungkan antara Jalan Gubernur Suryo dengan Jalan Yus Sudarso itu kini menyisakan kemacetan parah kendaraan bermotor disekitar kawasan itu.

Pantauan ngopibareng.id jalan protokol itu terus mengalami kemacetan sejak pukul 14.00 WIB siang hingga malam hari, Kamis, 8 November 2018.

Imbasnya tak hanya dirasakan oleh para pengendara, tapi juga para pejalan kaki yang sehari-hari beraktifitas di sekitar lokasi.

Jalur yang sebelumnya bisa dilalui dua mobil, satu motor dan satu ruas jalur pedestrian. Namun setelah dilakukan penyempitan, badan jalan hanya cukup untuk dilalui dua mobil saja.

Mengkonfirmasi hal itu Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Joko Supriyanto mentakan penyempitan itu adalah untuk kepentingan keselamatan pengguna jalan menghindari lahan yang sedang mengalami pembangunan.

"Itu untuk keselamatan pengendara juga, begitu juga yang jalan kaki, sementara ini," kata dia saat dihubungi ngopibareng.id, Kamis, 8 November 2018.

Joko mengatakan, penyempitan ini dikarenakan, pagar proyek pembangunan komplek Balai Pemuda itu diperelebar, dari tahap sebelumnya. Ia mengatakan jalan di tikungan Taman Air Mancur yang sebelumnya 10 meter dipersempit menjadi 8,5 meter.

Penyempitan badan jalan itu sendiri sudah dilakukan sejak, Jumat, 24 Agustus 2018. Kendati demikian, Joko tak dapat memastikan hingga kapan penyempitan jalan itu akan dilakukan.

"Belum tahu lah sampai kapan, itu bukan wewenang Dishub, kami mengikuti proyeknya Cipta Karya," ujar dia.

Untuk itu, selama proek berlangsung, ia mengimbau agar para pengendara bisa memahami hal tersebut. Ia juga mengatakan bahwa kemacetan yang terjadi di area itu masih dalam skala wajar. Namun tak menutup kemungkinan jika harus ada evaluasi rekayasa lalin lagi.

Dan untuk pejalan kaki yang hendak menyebrang ia merekomendasikan agar bisa melewati Jembatan Penyeberangan Orang yang tak jauh sari persimpangan.

"Yang jalan bisa lewat JPO di depan SMAN 6 itu kan bisa, begitu saja solusinya, atau yang dari arah sebaliknya" ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Chalid Buhari hingga kini belum merespon konfirmasi yang dilakukan ngopibareng.id.

Saat ini di kawasan Balai Pemuda tengah terjadi proyek basement baru yang  luasnya mencapai 1000 meter persegi.

Luasan itu rencananya terbagi menjadi dua lahan yaitu 600 meter persegi untuk lahan basement baru, dan 400 meter persegi untuk jalur penghubung antara basement lama dan baru. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini