Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melihat pemberian layanan kesehatan untuk ternak sapi di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melihat pemberian layanan kesehatan untuk ternak sapi di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Jaga Produktivitas Ternak Sapi, Banyuwangi Optimalkan E-Nak Wangi

Ngopibareng.id Jawa Timur 22 January 2021 16:06 WIB

Banyuwangi mengoptimalkan perekaman kesehatan sapi ternak melalui Kartu Ternak Elektronik Kabupaten Banyuwangi (E-Nak Wangi). Perekaman ini sangat penting untuk menjaga produktivitas dan dan kualitas sapi di Banyuwangi.

"Secara berkala, petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi melakukan pelayanan kesehatan gratis pada sapi ternak," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Jumat, 22 Januari 2021.

Melalui Kartu E-Nak Wangi ini bisa diketahui riwayat kesehatan dari sapi peternak. Dengan kartu ini bisa diketahui sapi tersebut pernah diberi vitamin apa, sakit apa, kesehatannya bagaimana. Selain itu, Kartu E-Nak Wangi juga memuat data usia, kepemilikan, hingga riwayat kehamilan. 

"Dengan kartu E-Nak Wangi ini memberikan jaminan kualitas pada hewan ternak, sehingga perkembangan sapi akan terdata dengan baik," jelasnya.

Anas mengatakan pelayanan kesehatan gratis ini penting untuk menjaga kualitas sapi di Banyuwangi. Pemberian layanan kesehatan ternak gratis ini akan menyasar pada 10.000 ekor sapi. Pemberian layanan kesehatan dilakukan oleh tim medis, paramedis, dan mantri, yang bertugas memeriksa dan melakukan tindakan kesehatan. 

"Peternak yang memiliki permasalahan kesehatan ternaknya bisa langsung menghubungi Dinas Pertanian dan Pangan," tegasnya.

Pelayanan kesehatan ini juga untuk menjaga produktivitas sapi. Mengingat sapi yang memiliki masalah kesehatan, seperti akibat asupan makanan yang kurang baik, akan berdampak proses perkawinannya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Arief Setiawan, mengatakan E-Nak Wangi telah terkoneksi dengan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi. Dengan Kartu E-Nak Wangi, sapi diberi barcode yang telah terkoneksi dengan Nomor Induk Kependudukan peternak. Cukup memindai barcode yang ada pada sapi melalui smartphone.

"Setelah di-scan barcode, akan muncul detail informasi sapi dan pemiliknya. Kartu e-Nak ini juga terkoneksi dengan asuransi hewan ternak,"  terangnya. 

Selama ini Banyuwangi telah dikenal sebagai sentra penghasil sapi. Saat ini populasi sapi di Banyuwangi sekitar 120.000 ekor sapi. Produktivitas sapi di Banyuwangi bisa mencapai 47-60 ribu ekor per tahun. Setiap bulan, terdapat ribuan ekor anakan sapi yang di kirim ke berbagai daerah seperti Jombang, Mojokerto, serta luar pulau Jawa.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Feb 2021 06:58 WIB

Messi Bintang Lapangan, Barcelona Raih 3 Poin di Markas Sevilla

Liga Spanyol

Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Barca menumbangkan Sevilla 2-0

28 Feb 2021 06:25 WIB

Verona Gagalkan Kemenangan Juventus

Liga Italy

Verona berhasil menahan imbang Juventus 1-1.

28 Feb 2021 05:50 WIB

Dipenjara 20 Hari, Nurdin Ngaku Tak Tahu Suap: Demi Allah!

Korupsi

Nurdin Abdullah melimpahkan kesalahan kepada Sekretaris PUPR Sulsel.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...