Isu PT Pos Indonesia Bangkrut

22 Jul 2019 11:53 Nasional

Ramai kabar di media sosial Twitter PT Pos Indonesia disebut mau bangkrut. Bahkan untuk membayar tunggakan gaji karyawannya, sampai meminjam uang. Netizen di Twitter ramai mengomentari hal ini.

Direktur Keuangan Pos Indonesia Eddi Santosa menampik anggapan yang viral di media sosial soal kebangkrutan PT Pos Indonesia.

"Tidak benar sama sekali (bangkrut). Dalam sejarah postal dunia, tidak ada satu pun Pos yang ditutup, sekalipun situasinya sulit," tegas Eddi.

Dia lalu mencontohkan perusahaan postal Amerika, US Portal yang tak kunjung ditutup. Padahal, kata Eddi, perusahaan itu ruginya luar biasa besar.

"Sebagai contoh, US Postal pendapatannya Rp 1.000 triliun, tapi defisit Rp 100-an triliun dan tetap beroperasi baik-baik saja," jelasnya.

Memang Eddi mengakui perusahaan sedang berjuang menghadapi perubahan zaman yang beralih ke digital. "Tidak benar sama sekali. Bagaimana bisa dibilang bangkrut? Jelas ini pendiskreditan tanpa data," bantahnya.

Eddi mengklaim semua hak karyawan sudah terpenuhi. Mulai gaji, tunjangan, bahkan hingga BPJS, dia juga menegaskan tidak ada PHK yang dilakukan perseroan.

Anggota DPR RI IV, Rieke Diah Pitaloka, mengungkapkan bahwa PT Pos Indonesia sedang terancam bangkrut pada video yang ia unggah di akun Instagram, @riekediahp, pada Kamis 18 Juli 2019.

Rieke Diah Pitaloka membeberkan hal tersebut di rapat yang digelar Komisi IV DPR RI dengan Kementrian BUMN, PT Pertamina, PT PLN, dan PT Telkom, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

“PT Pos sedang collapse sampai gaji karyawan pun harus pinjam bank. Saya pribadi akan pertahankan PT Pos sampai tidak pailit karena itu sejarah kemerdekaan bangsa kita ini,” ucap Rieke Diah Pitaloka dalam video tersebut.

Dalam video tersebut, Rieke juga meminta perhatian khusus Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno untuk bertanggung jawab dengan kondisi PT Pos Indonesia.

Rieke Diah Pitaloka juga meminta kepada Pemimpin DPR Komisi IV untuk menjadwalkan ulang rapat terkait masalah PT Pos Indonesia. Dalam rapat selanjutnya, ia menyebut akan membongkar persoalan yang dialami oleh PT Pos Indonesia.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini