Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surabaya, M Aries Hilmi. (Foto: Ni'am Kurniawan/Ngopibareng.id)

Isu Penculikan Anak Marak, Pemkot Surabaya Pasang Badan

Pemerintahan 25 February 2020 21:34 WIB

Maraknya isu penculikan anak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merinding. Beberapa instansi terkait mulai dikerahkan untuk menangkal isu dan mencegah terjadinya kasus penculikan tersebut.

Intansi tersebut antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) serta Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas. Mereka akan perketat pengawasan.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan, telah melakukan antisipasi sejak November 2019 yang lalu. Mereka mengeluarkan imbauan kepada sekolah Paud hingga SMP. 

"Kemarin, kami menggandeng Polrestabes untuk memberi pelatihan cara mengenali gelagat-gelagat niat jahat," katanya di Surabaya, Selasa, 25 Februari 2020.

Misalnya, apabila siswa-siswi dijemput oleh orang yang tidak dikenal, sebaiknya ditolak atau segera menghubungi guru atau orang tua. 

“Kemudian, pintu gerbang sekolah tidak dibuka sebelum jam pulang. Kami minta penjaga sekolah siaga," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kesejahteraan DP5A, Anton Andiono mengatakan, telah melakukan pembinaan tentang wawasan bersosial kepada keluarga, anak-anak dan remaja guna membangun kedekatan antara anak dan orang tua. 

“Salah satunya dengan memberikan arahan dan pengertian pada anak-anak terhadap area-area mana saja yang tidak boleh disentuh,” katanya. 

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Perlindungan Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat, Eko Yudi menyebut telah menerjunkan tim satgas di kelurahan, untuk memonitoring hal-hal yang mencurigakan. 

“Tetap kalau ada hal-hal yang berbahaya langsung telpon 112. Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan," ujarnya. 

Anton menambahkan, keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Jadi, pihaknya tetap siaga mengatisipasi penculikan dengan bantuan orang tua. 

"Memang hanya ada satu penjaga pada setiap sekolah. Tapi ini adalah tanggung jawab bersama, tidak satu pihak. Nantinya juga kami akan mengupayakan cctv," katanya.

Penulis : Ni'am Kurniawan

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Sep 2020 07:02 WIB

Perang Intel

Dahlan Iskan

Bagaimana Amerika mengawasi Tiongkok sampai ke bawah laut?

21 Sep 2020 06:58 WIB

Kurang Alim Bila Kiai Tak Bisa Guyon, Kata Gus Baha'

Humor Sufi

Sampaikan pesan Islam penuh bahagia dan rileks

21 Sep 2020 06:24 WIB

6 Rekomendasi Konbes, Ansor: Susun Ulang Prioritas Anggaran

Nasional

Ditutup Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...