Warga Palestina melakukan aksi protes di dekat perbatasan dengan Jabalia, Israel di utara Jalur Gaza pada Jumat 30 Maret 2018.(foto: mohammed abed/afp)
Warga Palestina melakukan aksi protes di dekat perbatasan dengan Jabalia, Israel di utara Jalur Gaza pada Jumat 30 Maret 2018.(foto: mohammed abed/afp)

Israel Gunakan Kekuatan Berlebihan di Gaza

Ngopibareng.id Internasional 31 March 2018 15:32 WIB

Turki  menuduh Israel menggunakan “kekuatan berlebihan” terhadap warga Palestina, sementara bentrokan di Gaza dekat perbatasan Israel menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

“Kami mengecam keras penggunaan kekuatan berlebihan Israel terhadap warga Palestina dalam demonstrasi damai hari ini (Jumat) di Gaza,” kata Kementerian Luar Negeri dalam satu pernyataan hari Jumat 30 Maret kemarin.

Puluhan ribu orang terlibat dalam aksi unjuk rasa di sepanjang perbatasan dengan Israel yang menurut penguasa Gaza, Hamas, akan berlangsung damai.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan sekitar 355 orang terluka akibat tembakan peluru tajam. Sementara itu, kementerian kesehatan di Jalur Gaza mengatakan tujuh orang tewas dalam salah satu bentrokan paling brutal dalam beberapa tahun terakhir itu, selain orang kedelapan yang tewas akibat tembakan tank.

Militer Israel mengatakan para pengunjuk rasa melemparkan batu dan bom molotov ke arah tentara. Tidak ada laporan korban luka atau tewas dari pihak Israel.

Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan”"keprihatinan” atas jatuhnya korban.

“Penting bahwa Israel segera menghentikan penggunaan kekuatan yang akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan,” katanya.

“Kami mengajak komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya guna meyakinkan Israel agar menghentikan sikap agresifnya.”

Pemimpin gerakan Islam Hamas Yahya Sinwar meneriakkan slogan saat ia ikut ambil bagian dalam aksi protes di perbatasan Israel pada Jumat 30 Maret 2018 fotomohammed abedafpPemimpin gerakan Islam Hamas Yahya Sinwar meneriakkan slogan saat ia ikut ambil bagian dalam aksi protes di perbatasan Israel pada Jumat 30 Maret 2018. (foto:mohammed abed/afp)

Setidaknya tujuh warga Palestina tewas di tangan pasukan Israel, Jumat kemarin, kata Kementerian Kesehatan Gaza, sementara bentrokan berdarah berkecamuk di perbatasan daerah kantong itu.

Mahmoud Rahmi (33) menjadi orang ketujuh yang tewas ketika dia ditembak di dekat perbatasan dalam salah satu hari paling berdarah dari bentrokan Israel-Palestina dalam beberapa tahun, menurut kementerian tersebut.

Dia tewas tidak lama setelah Jihad Farina (33) dan Ahmed Ouda (16) tewas dalam insiden serupa, katanya.

Tiga demonstran lainnya ditembak mati, sementara seorang petani tewas ketika dia terkena artileri tank, kata Kementerian Kesehatan.

Puluhan ribu orang mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa di sepanjang perbatasan dengan Israel yang menurut penguasa Gaza, Hamas, akan berlangsung damai.

Kelompok demonstran yang lebih kecil mendekati perbatasan, tampaknya untuk menerobos pagar, ketika pasukan Israel melepaskan tembakan setelah pimpinan mereka bersumpah akan mencegah penyusupan.

Militer Israel mengatakan para pemrotes melemparkan batu dan bom molotov ke arah tentara sambil menggelindingkan ban yang terbakar.

Lebih dari 200 orang terkena tembakan dalam bentrokan tersebut, kata Bulan Sabit Merah Palestina. (afp/mr/nh)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Nov 2020 23:15 WIB

Normalisasi, Israel Akan Kunjungi Bahrain setelah Saudi?

Internasional

Safari Israel diprakarsai oleh Amerika Serikat.

09 Nov 2020 07:01 WIB

Rakyat Palestina Sambut Kekalahan Trump, Ini Faktanya

Internasional

Pernyataan Nabil Shaath, Utusan khusus Presiden Mahmoud Abbas

08 Nov 2020 08:03 WIB

Dari Pesohor Dunia, Ini 7 Ucapan Selamat Terawal untuk Biden

Internasional

Mulai dari PM Kanada, Presiden Palestina hingga Ladys Gaga

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...