Romo Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), (Foto: istimewa)

Isolasi di Natuna, Romo Benny: Upaya Preventif demi Kemanusiaan

Nasional 01 February 2020 17:16 WIB

Romo Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam melindungi warga negara yang sedang berada di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) karena terancam virus Corona. Khususnya WNI yang berada di Wuhan, untuk dievakuasi di RS terpencil di Kabupaten Natuna, Provinsi Riau.

"Pilihan pemerintah evakusi di Natuna adalah sangat tepat untuk isolasi sementara ini, bentuk preventif," tutur Romo Benny pada ngopibareng.id, Sabtu 1 Februari 2020.

Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melepas tim evakuasi yang akan menjemput WNI di Wuhan, Hubei, China. Acara pelepasan berlangsung di Terminal I VIP Bandara Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Sabtu 1 Februari 2020.

Menlu didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sementara tim yang dilepas berbaris di dekatnya terdiri dari kru Batik Air, petugas dari Kementerian Kesehatan hingga TNI.

Menurut rencana,WNI yang akan dievakuasi akan dikarantina di Natuna selama 14 hari, sebelum mereka kembali ke keluarga masing-masing.

Lebih lanjut menurut Romo Benny, rohaniawan yang dikenal akrab dengan Gus Dur (almarhum), upaya itu dilakukan demi kemanusian maka semua pihak memberi dukungan dan partisipasi dalam memberikan suasana yang damai.

"Upaya kemanusian bagian tangung jawab negara untuk melindungi rakyat. D dalam hal ini pemerintah dengan berupaya yang terbaik maka semua pihak harusnya memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah," tuturnya.

Kita yakin, menurut anggota Suluh Kebangsaan ini, dengan kemampuan tenaga medis yang profesional serta ditunjang dengan pengalaman selama mengatasi virus lain kita mampu untuk mengatasinya.

"Kita tidak perlu terlalu panik karena pemerintah hadir menjalankan amanat konsitusi yakni melindungi warga negara," tegas tokoh kelahiran Malang 10 Oktober 1968.

Kita berharap masyakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap virus corona karena kesiapan pemerintah dalam mengatasinya.

Grafis ngopibarengidGrafis ngopibareng.id

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2020 13:03 WIB

Film Hunt for Eagle One, Misi Tentara AS Melawan Pemberontak

Film

Misi marinir AS menyelamatkan kaptennya dari gerombolan pemberontak.

14 Aug 2020 12:45 WIB

ASN Terkonfirmasi Covid, Pemkot Batu Terapkan Kebijakan WFH

Jawa Timur

Diketahui ada 2 ASN di DPRD dan 1 ASN di Dinkes positif Covid-19.

14 Aug 2020 11:40 WIB

Presiden Jokowi Sindir Media Jangan Hanya Kejar Click dan Like

Nasional

Semestinya, media tidak dikendalikan teknologi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...