Islam di China Telah Ada Sejak Zaman Nabi, Ini Penjelasannya

11 May 2019 05:12 Khazanah

Keberadaan agama Islam di China telah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Hal itu setelah dirinya pergi beberapa kali ke China dan menemukan keberadaan makam sahabat nabi di negara yang dijuluki sebagai Tirai Bambu itu.

"Ada dua sahabat yang hijrah ke sana (China) semenjak Nabi Muhammad masih di Makkah. Jadi ketika digenjet dan ditindas oleh Quraisy, para sahabat nabi ada yang hijrah ke Ethiopia, Habasya, yaitu Ja'far bin Abu Thalib antara lain, dan ada yang ke China sampai wafat di China dua orang," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Kiai Said mengemukakan hal itu, saat buka puasa bersama Dubes Tiongkok, Xiao Qian di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis 9 Mei 2019.

"Ada dua sahabat yang hijrah ke sana (China) semenjak Nabi Muhammad masih di Makkah. Jadi ketika digenjet dan ditindas oleh Quraisy, para sahabat nabi ada yang hijrah ke Ethiopia, Habasya, yaitu Ja'far bin Abu Thalib antara lain, dan ada yang ke China sampai wafat di China dua orang," kata Kiai Said Aqil Siroj.

Kiai Said juga mengemukakan tentang kemajuan negara China yang menurutnya telah diprediksi oleh Nabi Muhammad. Melalui sabdanya, nabi menyerukan agar menuntut ilmu walau pun hingga ke negara China. "Bukan negeri Yunani, bukan Romawi, padahal Romawi dekat, tapi ke negeri China. Eh ternyata betul prediksi Nabi Muhammad China sekarang menjadi negara paling maju di dunia ini," ucapnya.

Kini, negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia, yakni mencapai 1,41 miliar penduduk ini, China mampu mensejajarkan kekuatan ekonominya dengan Amerika Serikat. "(China) Penduduknya besar, teknologinya maju, ekonominya maju, waduh luar biasa, dan orangnya ramah, santun, sopan," kata Kiai Said.

Menurut Kiai Said, untuk dapat mengambil pelajaran dari China, masyarakat Indonesia sudah seharusnya memperkuat hubungan dengan masyarakat China.

Kiai Said juga mengemukakan bahwa China, dalam catatan sejarahnya, tidak pernah menjadi negara penjajah. Berbeda dengan negara-negara seperti Perancis, Inggris, Belanda, dan Jepang yang pernah menjadi negara penjajah. (adi/nuo)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini