Iran ancam memperkaya uranium nuklir. (Foto: ilustrasi/istimewa)

Iran Ancam Kembali Memperkaya Uranium Nuklir

Internasional 16 June 2019 07:43 WIB

Iran akan terus mengurangi kepatuhan komitmen terhadap kesepakatan nuklir kecuali jika penandatangan lainnya menunjukkan "sinyal positif", kata presiden Iran saat pertemuan para pemimpin Rusia, China, dan negara Asia lainnya di Tajikistan.

Iran pada Mei berhenti mematuhi sejumlah komitmen dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan global, setahun setelah Amerika Serikat secara sepihak mundur dari perjanjian tersebut dan memperketat sanksi.

Teheran pada Mei mengatakan bahwa Iran akan mulai memperkaya uranium miliknya ke level yang lebih tinggi, kecuali kekuatan dunia melindungi ekonomi mereka dari sanksi AS dalam waktu 60 hari.

"Jelas, Iran tidak dapat mematuhi kesepakatan ini secara sepihak," kata Presiden Hassan Rouhani saat Konferensi tentang Langkah Membangun Kepercayaan dan Interaksi di Asia.

"Sangat penting agar semua pihak dalam kesepakatan ini berkontribusi untuk memulihkannya," kata dia, menambahkan bahwa Iran perlu melihat "sinyal positif" dari penandatangan lain terhadap pakta tersebut, yang mencakup Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman.

Presiden tidak menyebutkan secara rinci tentang tindakan apa yang akan ditempuh oleh Iran atau pun sinyal positif apa yang ingin Teheran lihat. (ant)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2019 20:39 WIB

Wali Kota Malang Wacanakan Perwali Rompi Hitam bagi ASN

Jawa Timur

Masih akan susun terkait reward dan punishment-nya.

09 May 2019 09:23 WIB

PBB Minta Kesepakatan Nuklir Iran Diselamatkan

Internasional

Setelah Teheran mengancam keluar dari kesepakatan 2015 tersebut.

30 Aug 2018 11:38 WIB

Iran Ancam Kesampingkan Kesepakatan Nuklir

Internasional

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, bahwa pemerintahnya harus siap untuk “mengesampingkan” kesepakatan nuklir tahun 2015.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.