Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Foto: Fariz/ngopibareng.id)

Investasi Bodong, Polda Jatim Panggil Keluarga Cendana

Kriminalitas 17 January 2020 12:50 WIB

Dugaan investasi bodong dengan kedok aplikasi MeMiles, ternyata keluarga Cendana melibatkan keluarga Cendana atau keluarga mantan Presiden Soeharto.

Adalah Ari Sigit Hari Wibowo Hardjojudanto bersama istrinya dan satu keluarga lainnya ternyata terdaftar sebagai member investasi yang beromzet Rp761 miliar itu. Bahkan, mereka berdasar keterangan tersangka mereka mendapat reward berupa dua unit mobil dan reward berupa uang.

Namun, saat belum diketahui pasti seperti apa peran utamanya keluarga Cendana. Hanya, dugaan sementara sebagai endors untuk meyakinkan masyarakat agar mau menjadi member MeMiles.

Karena itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur melayangkan surat pemanggilan kepada tiga orang tersebut.

"Dikonfirmasikan oleh penyidik, surat sudah dilayangkan untuk pekan depan yakni hari Senin dan hari Selasa untuk pekan depan yaitu sekira tanggal 20 dan tanggal 21 Januari 2020. Hari Senin itu, satu anggota keluarga Cendana, sedangkan Selasa itu AS sendiri," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat 17 Januari 2020.

Mantan Kapolres Purwakarta itu mengatakan, pemanggilan ketiganya adalah sebagai saksi untuk mengumpulkan data. Serta, untuk mengamankan aset reward yang diberikan. Namun, hingga saat ini ketiganya belum memberikan konfirmasi kehadiran.

Selain tiga anggota keluarga Soeharto, akan ada pula satu public figur yakni Adjie Notonegoro yang sudah memastikan hadir pada hari Rabu 22 Januari 2020.

Asal diketahui, Polda Jawa Timur saat ini sedang intensif melakukan penyidikan atas dugaan investasi bodong yang dijalankan oleh PT Kam and Kam dengan kedok aplikasi MeMiles. Polisi menduga jika PT Kam and Kam tak memiliki izin dari Bank Indonesia untuk menghimpun dana masyarakat.

Padahal, PT Kam and Kam ini sudah berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar Rp761 miliar. PT Kam and Kam berhasil menghimpun dana masyarakat sebesar itu karena menjanjikan keuntungan yang menggiurkan dengan menjadi member aplikasi ini.

Member hanya perlu melakukan top up yang kemudian dikompensasi slot iklan yang bisa dimanfaatkan member. Semakin banyak top up yang dilakukan, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan reward yang dijanjikan oleh aplikasi ini.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Sep 2020 22:49 WIB

Dua Bandar Sabu-sabu Ditembak Mati

Surabaya

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya tembak mati dua bandar sabu-sabu.

21 Sep 2020 22:35 WIB

Pertiwi Jatim Beri Bantuan 1.000 APD kepada Muslimat NU Surabaya

Surabaya

Bantuan 1.000 APD kepada Muslimat NU Surabaya.

21 Sep 2020 22:20 WIB

Gerak Cepat Tindak Keluhan Warga, PDIP dapat Apresiasi

Pilkada

Warga mengaku akan memilih PDIP di Pilwali.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...