Inilah 9 Pahlawan Tak Terduga di Final Liga Champions

01 Jun 2019 09:55 Liga Champions

Saat Tottenham Hotspur bentrokan dengan Liverpool di final Liga Champions, Minggu 2 Juni 2019, kedua tim menyasar target yang sama, memenangkan gelar Liga Champions.

Bedanya, Liverpool ingin memburu gelarnya yang keenam, The Lilywhites ingin menjadi juara baru kompetisi terakbar di Eropa ini.

Menariknya, dalam kurun waktu 62 tahun, ada 9 pahlawan tak terduga yang muncul dalam sembilan final Liga Champions. Siapa saja mereka? berikut ini daftar pemain yang muncul sebagai pahlawan di luar prediksi banyak orang:

1.Dick van Dijk (1971)

Nama ini bukanlah langganan starter di Ajax Amsterdam. Namun Van Dijk melakukan sundulan untuk memecah kebuntuan saat timnya bertemu Panathinaikos di final. Gol Van Dijk menjadi gol pembuka ketika Ajax menang 2-0 sekaligus meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

2.Hans-Georg Schwarzenbeck (1974)

Empat tahun berselang saat Bayern Munchen dan Atletico Madrid tampil di final, giliran pemain ini yang muncul sebagai pahlawan dadakan. Hans mencetak gol penyama skor setelah Bayern tertinggal lebih dulu lewat gol Luis Aragones.

Karena laga berakhir imbang, 1-1, laga final diulang dua hari kemudian dan Bayern Munchen keluar sebagai juara lewat kemenangan 4-0.

3.Alan Kennedy (1981)

Pemain ini bukanlah sosok yang menonjol di Liverpool. Namun bek kiri Liverpool ini mencetak gol semata wayang yang membuat The Reds memenangi final yang berlangsung di Parc des Princes. Gol itu menjadi satu-satunya gol yang dicetak Alan sepanjang musim itu.

4.Bruce Grobbelar (1984)

Kiper Liverpool ini mencatatkan sejarah besar di laga final lawan Roma yang berlangsung di Stadion Olympico, Roma. Ketika timnya tak difavoritkan meraih juara lantaran Roma bermain di kandang sendiri dengan materi bertabur bintangnya.

Namun setelah laga itu berakhir dengan skor imbang, 1-1, dan harus dilanjutkan dengan drama adu penalti, Grobbelar tampil gemilang dengan membuat dua penyelamatan. Liverpool memenangi babak tos-tosan dengan skor 4-2.

5.Helmuth Duckadam (1986)

Helmuth tampil sebagai pahlawan kemenangan Steau Buchuresti ketika mengalahkan Barcelona di final yang berlangsung di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Seville. Empat kali kiper Steau itu menggalkan penalti pemain Barcelona, dan Steau memenangi drama adu penalti dengan skor 2-0.

6.Basile Boli (1993)

Olympique Marseille bertemu dengan AC Milan di final Liga Champions yang berlangsung di Olympia Stadium. Alih-alih seorang striker, Bek Basile Boli menjadi penentu kemenangan Marseille melalui satu golnya.

7.Ole Gunnar Solksjaer (1999)

Banyak yang mengira Teddy Sheringham bakal menjadi pahlawan kemenangan Manchester United di Final Liga Champions musim 1998-1999 kontra Bayern Munchen ketika berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di masa tambahan waktu babak kedua.

Tapi beberapa saat kemudian, Solksjaer mencuri perhatian lewat golnya untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk MU. Sehingga pertandingan tak perlu dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

8.Juliano Belletti (2006)

Bek kanan Barcelona asal Brasil itu muncul sebagai pahlawan Barcelona via satu golnya saat Barca mengandaskan Arsenal di final Liga Champions yang berlangsung di Stade de France.

Uniknya, gol itu merupakan satu-satunya gol yang dicetak Belletti selama tiga tahun membela Blaugrana.

9.Sergio Ramos (2014)

Pada Final Liga Champions antara Real Madrid kontra Atletico Madrid di musim 2013-2014, banyak orang yang mengira Atletico bakal menjuarai Liga Champions di musim itu karena hingga menit ke-90 mereka masih memegang keunggulan 1-0.

 

Namun, gol sundulan Sergio Ramos di pengujung laga membuyarkan harapan Atletico. Berkat gol itu pula, pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Gol itu membangkitkan semangat rekan setimnya di masa perpanjangan waktu, Real Madrid berhasil menambah tiga gol untuk memenangi laga ini dengan skor 4-1.

Di final kali ini, tak tertutup kemungkinan pahlawan kejutan kembali muncul. Siapa dia? Kita tunggu saja dini hari hari nanti ketika Tottenham Hotspur bentrok lawan Liverpool di Estadio Wanda Metropolitano, Madrid. 

Penulis : Rizal A


Bagikan artikel ini