Petugas bersiap memberangkatkan rangkaian lokomotif dan kereta penumpang pesanan Commuter Philippines National Railways Filipina produksi PT Inka saat uji dinamik di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Rabu 24 Juni 2020. (Foto: Antara/Siswowidodo)
Petugas bersiap memberangkatkan rangkaian lokomotif dan kereta penumpang pesanan Commuter Philippines National Railways Filipina produksi PT Inka saat uji dinamik di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Rabu 24 Juni 2020. (Foto: Antara/Siswowidodo)

Ini Strategi PT INKA Tangkap Peluang Pasar Ekspor

Ngopibareng.id Ekonomi dan Bisnis 10 October 2020 16:42 WIB

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro memaparkan strategi BUMN produsen kereta tersebut hingga dapat memasuki pasar global, salah satunya melakukan ekspor kereta penumpang hingga ke Bangladesh.

Untuk bisa memasuki pasar global, Budi menjelaskan bahwa perusahaan terus mengikuti lelang dan memenangkan tender. Bahkan, pihaknya harus memasang tarif harga yang lebih rendah dari perusahaan kereta di China agar bisa bersaing di pasar global.

"Kami gunakan pada lelang, ada 'expo' di mana pun kapan pun, kami ikuti terus, harga kami jaga terus sehingga berapa pun harga China, kami harus lebih murah. Memang agak berdarah-darah karena harga China lebih murah, tapi masalah harga harus lebih murah," kata Budi dalam webinar bertajuk "Strategi BUMN Menembus Pasar Global" di Jakarta, Sabtu.

Budi menjelaskan bahwa perusahaan juga lebih selektif dalam mengikuti tender. Pasar di Asia, seperti Bangladesh, Laos, Filipina, hingga Afrika akan lebih berpeluang besar bagi perusahaan untuk memenangkan tender, dibandingkan negara dengan perkeretaapian yang sudah maju seperti Jepang.

Dalam penjajakan kerja sama, INKA juga mengalami kendala permodalan, namun hal tersebut sudah diselesaikan melalui pembiayaan dari Exim Bank.

"Kami memang harus selektif. Kami tidak akan bunuh diri masuk ke pasar Jepang. Ka i masuk pasar Afrika, atau Asia yang membutuhkan seperti Bangladesh, Laos, melalui lelang. 'Cost'-nya itu harus bisa bersaing dengan perusahaan China," kata dia.

Khusus pada Bangladesh, INKA merupakan pemenang tender dalam pengadaan 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway pada 2017 dengan total nilai kontrak sebesar 100,89 juta dolar AS.

Pengadaan kereta tersebut terdiri dari 200 kereta tipe MG dan 50 kereta tipe BG. Sebanyak 50 kereta tipe BG sudah mulai dikirim pada awal 2019.

Pada 2016, INKA juga telah mengekspor 150 unit gerbong dengan nilai kontrak senilai 72,39 juta dolar AS dan 50 unit sebelumnya pada 2006 dengan nilai kontrak sebesar 13,8 juta dolar AS.

Budi menjelaskan bahwa kekuatan gerbong menjadi konsentrasi perusahaan dalam mendesain kereta penumpang untuk Bangladesh. Pasalnya, jumlah penumpang di Bangladesh membludak bahkan sampai mengisi atap kereta.

"Bangladesh yang terpenting keretanya jalan, dinaiki orang pelan-pelan, yang penting kuat. Bagus nomor dua karena kereta di sana itu sampai atap full (penumpangnya)," kata Budi.

Penulis : Antara

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Feb 2021 23:15 WIB

Twitter Punya Fitur Baru Berbayar, Namanya Super Follow

Aplikasi

Fitur berbayar ini diluncurkan tahun ini.

26 Feb 2021 22:50 WIB

Marzuki Alie Dipecat dari Keanggotaan Partai Demokrat

Politik

Marzuki Alie dipecat bersama 6 kader lainnya.

26 Feb 2021 22:35 WIB

Lantik Kepala Derah, Ganjar Kutip Pidato Bung Karno

Nusantara

17 kepala daerah dilanti secara virtual, tiga secara langsung.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...