Guru TK dan Playgroup saat belajar membuat video pembelajaran yang menarik. (Foto: Dok. SD Muhammadiyah 24)
Guru TK dan Playgroup saat belajar membuat video pembelajaran yang menarik. (Foto: Dok. SD Muhammadiyah 24)

Cara Membuat Video Pembelajaran yang Tidak Membosankan

Ngopibareng.id Pendidikan 20 November 2020 15:11 WIB

Saat ini, proses pembelajaran masih terganggu akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga masih banyak daerah dan tingkatan satuan pendidikan yang melaksanakan daring atau pembelajaran di rumah.

Para guru pun dituntut mampu membuat media pembelajaran online, salah satunya membuat media pembelajaran dalam bentuk video pembelajaran. Dengan adanya tuntutan itu, maka guru diharuskan menguasai skil mengedit, mengolah dan membuat video pembelajaran.

Melihat fenomena tersebut SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya mengadakan Workshop Video Pembelajaran untuk para guru Playgrup (PG) dan Taman Kanak-kanak (TK). "Kami memilih jenjang guru PG dan TK, karena siswa dijenjang PG dan TK membutuhkan sesuatu yang kongkrit dalam proses pembelajaran," ujar Norma Setyaningrum, Kepala SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya.

Norma mengatakan, dalam pembuatan video pembelajaran seorang guru membutuhkan skill. "Harapannya guru-guru ini bisa memberikan pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan bagi siswa-siswinya," ujarnya.

Di sisi lain, Ismail Saleh seorang video graphic designer sekaligus pemateri dalam kegiatan itu menjelaskan, pada membuat video pembelajaran materi yang disampaikan dalam video harus lebih simpel.

"Materi jangan terlalu berat, karena anak kecil lebih suka mempraktikkan. Misal kita ingin menggambar balon ya kita kasih contoh menggambar balon, jadi nggak perlu dikasih animasi balon," ungkapnya.

Setelah menentukan materi, lanjut Ismail Saleh, guru harus membuat naskah atau skenario tentang materi yang disampaikan dari awal hingga akhir. "Penulisan skenario ini dirasa menjadi bagian paling penting, agar ketika guru melakukan rekaman tidak lupa dengan materi yang akan disampaikan," terang dia.

Proses selanjutnya, terang Ismail Saleh, rekam video pembelajaran dengam mengambil gambar dan suara. Setelah semua selesai, proses berlanjut mengedit atau memberikan animasi sehingga siswa lebih tertarik saat proses pembelajaran berlangsung.

Ia juga menyarankan, bila guru ingin menambahkan lagu sebaiknya gunakan lagu instrumental. "Baiknya mengunakan lagu yang tidak ada liriknya agar tidak menggaggu konsentrasi siswa saat belajar. Video pembelajaran idealnya juga hanya 5 menit saja agar siswa tidak bosan," tutupnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Mar 2021 20:00 WIB

Virus B117 Masuk Indonesia, Prokes Kereta Api Tak Berubah

Jawa Timur

Kuota penumpang kereta kini sedikitnya 70 persen dari kapasitas.

05 Mar 2021 19:45 WIB

Vaksin AstraZeneca dari Covax Facility Segera Tiba di Indonesia

Nasional

Vaksin ini akan tiba di Indonesia secara bertahap.

05 Mar 2021 19:30 WIB

KLB Demokrat Pilih Ketua Umum Baru, AHY: Itu Bodong dan Abal-abal

Politik

AHY menyebut KLB Partai Demokrat di Deli Serdang inkonstitusional.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...