Motif di Balik Pembunuhan Sadis Keluarga Nainggolan

16 Nov 2018 15:52 Kriminalitas

Polisi akhirnya mampu menemukan motif di balik pembunuhan keluarga Nainggolan. Sakit hati dan pertengkaran adalah pemicu utama kejadian tragis itu.

Seorang penyidik di Polda Metro Jaya mengatakan, Haris Simamora mengaku membunuh Nainggolan beserta istri dan dua anaknya setelah sebelumnya dimarahi karena menganggur.

Selama dua bulan terakhir, tersangka memang tinggal di rumah Nainggolan karena menganggur tidak memiliki pekerjaan.

Haris awalnya sempat mengelola kos-kosan milik Doglas Nainggolan, kakak kandung Diperum Nainggolan. Namun saat dikelola Haris, kos-kosan itu tidak pernah maju. Berbeda halnya ketika Diperum yang mengelola. Kos-kosan dikelola secara profesional dan semakin maju.

Sejak saat itulah, timbil perasaan iri dari Haris. Apalagi setelah menganggur, Haris terpaksa juga menumpang di kos-kosan yang dikelola Diperum.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Argo Yuwono tidak membantah adanya motif ini. "Memang ada penuturan dari pelaku bahwa dia membunuh karena sering dimarahi korban," kata dia.

Kepada polisi, Haris mengaku menghabisi nyawa keluarga Nainggolan dengan linggis. Namun hingga saat ini barang bukti linggis yang dimaksud belum bisa ditemukan polisi.

Selain Haris, polisi saat ini juga memburu HS Manurung yang diduga ikut membunuh korban. Baik Haris maupun Manurung sebenarnya adalah masih keluarga dari para korban.

Sekadar diketahui, empat orang yang masih satu keluarga ditemukan tewas bersimpah darah di dalam rumah mereka pada Selasa 13 November 2018 pagi.

Mereka yang ditemukan tidak bernyawa adalah Diperum Gaban Nanggolan, 39 tahun; kemudian istrinya Maya Ambarita, 37 tahun; dan dua anaknya yakni Sarah Nainggolan, 9 tahun dan Arya Nainggolan, 7 tahun.

Dugaan pembunuhan ini diketahui pertama kali oleh seorang warga karena sejak pukul 03.00 WIB, Selasa 13 November 2018 rumah korban tampak terbuka dan televisi dibiarkan menyala.

Tetangga korban sempat memanggil dari luar pagar namun tidak ada jabawan. Hingga akhirnya pada pukul 06.30, tetangga ini kembali ke rumah itu dan mengintip dari balik jendela dan menemukan pemilik rumah sudah tidak bernyawa di dalam rumah tersebut. 

Setelah melakukan pengejaran selama tiga hari pada Kamis 15 November 2018, polisi akhirnya berhasil menangkap Haris Simamora dalam pelariannya di kawasan kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. (man)

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini