JawaraNasi Muduk, Kuliner Jawara Khas Lamongan

15 Dec 2018 23:48 Suedep Tenan

Wilayah pantai utara Jawa di wilayah Kabupaten Lamongan memiliki kuliner khas yang belum dikenal luas masyarakat. Namanya Sego Muduk. Asalnya dari Desa Sendang Dhuwur, Kecamatan Paciran.

Meski belum sepopuler kuliner khas Lamongan seperti soto Lamongan, Pecel Lele dan nasi Boranan, Sego Muduk banyak disajikan dalam kegiatan khusus di Desa Sendang Dhuwur atau di Kecamatan Paciran.

"Sego Muduk memang tidak banyak dijumpai di warung makan seperti nasi Boranan dan soto Lamongan. Namun cita rasanya tidak kalah nikmat dengan kuliner lainnya," kata Camat Paciran Fadeli Purwanto, Sabtu 15 Desember 2018.

Dibanding dengan kuliner lainnya Sego Muduk lebih sehat dikonsumsi. Karena, nasinya dicampur dengan bermaca-macam rempah sehingga rasanya gurih dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Sementara lauknya sangat khas pantura, berbagai olahan seafood. Mulai dari iwil tongkol, oseng peda, pepes pindang, dan cumi hitam. Penyajiannya didampingi dengan urap latoh dan sambal muduk.

Data dari Humas Pemkab Lamongan, makanan khas ini sukses meraih juara kedua, saat ditampilkan dalam Festiival Makanan Khas Daerah se-Bakorwil Bojonegoro dalam memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73, di Pendopo Lokatantra Lamongan, akhir November 2018 lalu.

Wakil Ketua TP PKK Propinsi Jawa Timur Garjati Heru Cahyono mengungkapkan festival itu digelar sebagai upaya memotivasi masyarakat untuk tidak gemar makanan instan.Namun makanan yang sehat, berimbang, aman dan halal.

“Saat ini perubahan gaya hidup berjalan sangat cepat dan tanpa batas bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan banyak yang menginginkan dengan cara yang instan. Oleh karena itu perlu diadakan acara semacam ini,” ujarnya.

Bupati Fadeli sebagai tuan rumah pun menyambut baik gelaran festival tersebut. Menurutnya ini akan menjadi ajang promosi wisata kuliner bagi tiap daerah.

“Acara semacam ini kalau bisa sering digelar. Masyarakat akan banyak melakukan inovasi-inovasi makanan khas daerah, “ kata dia.

Dia menaruh harapan besar, festival makanan khas daerah bisa menggali potensi wisata kuliner dan pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(tok)

Penulis : Totok Martono
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini