Kolonel (TNI) Hendi Suhendi. (Foto:Istimewa)

Ini Komentar Dandim Kendari Setelah Dicopot

Nasional 12 October 2019 14:55 WIB

Mantan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi ikhlas menerima keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa yang memberhentikan dirinya dari jabatan Dandim 1417 Kendari.

"Saya prajurit yang setia dan hormat keputusan pimpinan. Saya dan keluarga ikhlas menerima keputusan komandan," kata Hendi Suhendi didampingi istri di Kendari, Sabtu.

Hendi Suhendi yang pernah bertugas sebagai atase darat pada KBRI di Moskow, Rusia pun siap menjalankan keputusan institusi.

"Sekali lagi saya mau katakan bahwa saya prajurit setia dan kesatria yang dididik bertanggungjawab dan patuh pada perintah komando," ujarnya.

Seremoni serah terima jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari yang dilangsungkan di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo turut dihadiri jajaran Kodim se-Sultra, perwira Korem 143 Haluoleo, jajaran Danramil, Komandan Batalyon 725 Woroagi, anggota dan pengurus Persit.

Kolonel TNI Hendi Suhendi dan istrinya FotoIstimewaKolonel (TNI) Hendi Suhendi dan istrinya. (Foto:Istimewa)

Jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara diserahterimakan dari Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi kepada Kolonel Infantri Alamsyah di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo.

Pergantian puncuk komando Distrik Militer 1417 Kendari terkesan mendadak menyusul keputusan hukuman Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa yang memberhentikan Hendi Suhendi.

Kolonel Hendi Suhendi diberhentikan karena postingan istrinya terkait insiden penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di Pandeglang, Banten.

Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya mendadak diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Selain dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dari jabatan Kodim 1417 Kendari juga Hendi Suhendi diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari. .

Adapun istri Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN yang melakukan postingan melalui media sosial berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Sep 2020 12:02 WIB

Gara-gara Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut, Kapolsek Dicopot

Nusantara

Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno dicopot gara-gara konser dangdut.

05 Sep 2020 05:52 WIB

Keindahan Negeri Akhirat! Raih Cinta Kedudukan dan Jabatan

Khazanah

Bahaya kecintaan harta dan kedudukan bagi agama seorang Muslim

11 Aug 2020 06:36 WIB

PM Lebanon Letakkan Jabatan, Ini Penjelasan Hasan Diab

Internasional

Akibat ledakan bom di pelabuhan Beirut

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...