Ini Kesaksian Saikoni, Orang Pertama Temukan Mayat Terbakar

25 Jan 2020 20:18 Kriminalitas

Mayat perempuan ditemukan dalam kondisi terbakar di kebun kelapa di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu 25 Januari 2020. Jasad tersebut pertama kali ditemukan Saikoni.

Warga Dusun Secawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, merupakan magersari yang mengolah sawah yang berbatasan dengan kebun kelapa tempat korban ditemukan.

Pria 60 tahun ini awalnya menduga mayat korban adalah 'dugel'. Dugel merupakan sebutan batang pohon yang dibakar.

Menurut Saikoni, dirinya berangkat ke sawah sekitar pukul 06.00 WIB. Dia memperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Dari kejauhan dia melihat tumpukan bambu penyangga tanaman melon atau disebut lanjaran sudah tidak ada.

"Saya mendekat kok ternyata lanjaran itu sudah terbakar. Saya lihat pohon kelapa di sebelahnya juga hangus. Dan saya kira ada tubuh korban itu dugel," katanya ditemui di rumahnya, Sabtu, 25 Januari 2020 malam.

Dia pun lebih mendekat untu kelihat benda yang ada diatas abu tersebut. Saat itu menurutnya abu masih dalam kondisi hangat.  Begitu sudah dekat barulah dia memastikan itu tubuh manusia yang terbakar.

Karena kaget, saat itu dia langsung pulang ke rumah. Dia sempat bingung apa yang harus dilakukan. Setelah beberapa saat berada di rumahnya, Saikoni memutuskan menyampaikan apa yang dilihatnya pada warga yang ada di sekitar TKP.

"Saya bilang kepada salah seorang warga kalau ada mayat manusia yang dibakar. Kemudian warga berdatangan ke tempat itu," bebernya.

Menurut Saikoni, dia meyakini korban bukan warga sekitar TKP. Karena tidak ada warga yang setempat yang merasa kehilangan keluarganya.

"Kalau korban orang sekitar sini pasti sudah ada warga yang mengetahuinya," jelasnya.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat dengan kondisi hangus terbakar, Sabtu, 25 Januari 2020. Mayat itu ditemukan warga sekitar pukul 08.30 WIB. Kondisinya sangat parah hingga mayat tersebut tidak bisa dikenali.

Penulis : Muh Hujaini
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini