Jenazah ABK WNI siap dibuang ke laut dari kapal nelayan China. (Foto:Istimewa)
Jenazah ABK WNI siap dibuang ke laut dari kapal nelayan China. (Foto:Istimewa)

Ini Kata Pemerintah China tentang Pelarungan ABK Warga Indonesia

Ngopibareng.id Nasional 07 May 2020 19:15 WIB

Pihak China, baik pemerintah maupun perusahaan pengelola kapal ikan Long Xing 629 dan Tian Yu 8 menyebut pelarungan tiga jenazah anak buah kapal (ABK) Indonesia telah sesuai prosedur internasional dan disetujui keluarga yang bersangkutan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada wartawan dalam pernyataan pers secara daring, Kamis sore.

"Pihak kapal telah memberi tahu pihak keluarga dari seorang ABK berinisial AR, dan telah mendapat surat persetujuan pelarungan di laut tertanggal 30 Maret 2020. Pihak keluarga juga sepakat untuk menerima kompensasi kematian dari kapal Tian Yu 8," kata Retno.

AR adalah ABK di kapal Long Xing 629 yang mengalami sakit pada 26 Maret dan dipindahkan ke kapal Tian Yu 8 untuk dibawa berobat ke pelabuhan, namun ia kritis sehingga meninggal dunia pada 30 Maret pagi. Jenazah AR dilarung ke laut lepas keesokan paginya, 31 Maret, demikian keterangan pengelola kapal.

Sementara kasus dua ABK lain yang dilarung terjadi pada Desember 2019. Keduanya juga merupakan ABK kapal Long Xing 629, meninggal dunia ketika kapal berlayar di Samudera Pasifik.

"Keputusan pelarungan jenazah dua orang ini diambil kapten kapal karena kematian disebabkan oleh penyakit menular dan hal itu berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya," ujar retno, mengutip keterangan yang sama dari pihak pengelola kapal.

KBRI di Beijing telah mengirim nota diplomatik kepada pemerintah China untuk meminta klarifikasi ulang mengenai kasus pelarungan jenazah kedua ABK Indonesia ini.

"Nota diplomatik tersebut sudah dijawab oleh Kemlu RRT yang menjelaskan bahwa pelarungan atau burial at sea dilakukan sesuai dengan praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya sebagaimana ketentuan ILO (Organisasi Buruh Internasional)," ucap Retno.

Dia menambahkan bahwa Kemlu RI sudah menghubungi pihak kedua keluarga, dan mereka menyatakan telah menerima santunan kematian dari agensi. Kendati demikian, pemerintah Indonesia tetap berupaya memastikan aspek lain bagi pekerja Indonesia, seperti pemenuhan hak-hak ABK. (ant/rtr)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Oct 2020 23:31 WIB

Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.500 M

Warta Bumi

Gunung Sinabung luncurkan awan panas sejauh 1.500 meter.

25 Oct 2020 23:15 WIB

Jelang Risma Pensiun, Keluhan Warga di Reses Dewan Masih Sama

Surabaya

Mahfudz tepok jidat kinerja Risma tak berdampak

25 Oct 2020 23:02 WIB

Tim Cyber Media PDIP Lawan Hoax di Pilkada 2020, Ini Tugasnya

Pilkada

Tim ini dilatih untuk melawan kampanye hitam dengan kampanye positif.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...