Salah satu reservoir yang dibangun pemerintah untuk mengatasi kekurangan air bersih di Desa Jeladri. (Foto: Dok Humas)

Ini Janji Pemkab Pasuruan Penuhi Kebutuhan Air Bersih untuk Warga

Ngopibareng Pasuruan 17 February 2020 14:30 WIB

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bakal memenuhi kebutuhan air bersih untuk wilayah yang berpotensi rawan kekeringan. Pemenuhan kebutuhan air bersih itu berasal dari sumber Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto mengatakan, saat ini sebanyak 4 reservoir raksasa plus 1 tandon penyimpanan air, sudah selesai dibangun. Masing-masing ada di Desa Jeladri, Desa Cukur Guling, Desa Karangasem dan Desa Lumbang. Sedangkan Tandon penyimpanan air berada di Pemandian Alam Banyubiru.

Keempat reservoir plus tandon penyimpanan air tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran mencapai Rp40 Milyar.

"Saya ingin tegaskan bahwa ini bukti keseriusan Pak Bupati Irsyad Yusuf, bahwa Pemkab Pasuruan dalam menindaklanjuti proyek SPAM Umbulan, tujuan akhirnya adalah bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Pasuruan. Sekaligus komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan air bersih di daerah kekeringan. Khususnya di Lumbang yang paling banyak," kata Hari, Senin, 17 Februari 2020.

Dijelaskan Hari, Pemkab Pasuruan sudah melakukan uji coba penggunaan reservoir yang dimulai dari pengambilan air limpahan (air tumpahan) dari Banyubiru kemudian didorong menuju R1 (Reservoir 1), R2 dan R3 yang mampu menampung air sebanyak 55-65 kibik atau 55.000-65.000 liter air bersih. Sedangkan untuk realisasi penyerahan ke daerah, masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat.

"Pada intinya, kami sudah sangat siap. Mau diserahkan bulan ini, ya kami siap saja. Karena ini juga kembali lagi untuk kebutuhan masyarakat yang paling utama," katanya.

Seperti diketahui, pengambilan air limpahan dari Banyubiru tidak menggangu volume air yang ada di tempat pariwisata tersebut. Itu karena air yang diambil hanya air buangan saja, yakni 65 liter per detik dari total 165 liter air per detik yang keluar dari sumber di Banyubiru.

Nantinya, ketika sudah diserahkan kepada Pemkab Pasuruan, maka pengelolaan manajemen airnya akan dilakukan melalui PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Pasuruan.

Kata Hari, untuk Reservoir 1 diperuntukkan untuk warga Desa Sumberrejo dan Jeladri. Kemudian air yang disimpan di R2 diperuntukkan untuk warga Desa Cukur Guling dan Karangasem. Sedangkan R3 akan dilairkan menuju Desa Lumbang dan proyek lanjutan untuk Bulukandang.

"Kalau penjualan air bersih nya melalui PDAM. Hanya saja, teknis nya bisa kolektif ke desa. Jadi ada Kelompok Pengelola Sarana Pengelolaan Air Minum atau KPSPAM," katanya.

Hanya saja, saat ditanya perihal harga air per liternya, Hari belum mengetahui hal tersebut. Yang jelas, harga antara masyarakat di sekitar reservoir dengan masyarakat perkotaan sudah pasti berbeda.

"Operasional PDAM listriknya berapa, belum pemeliharaan jaringan dan lain sebagainya. Sudah pasti berbeda antara warga di sekitar reservoir dengan masyarakat perkotaan," katanya.

Selain Kementerian PUPR, Pemkab Pasuruan sejak tahun 2016 juga sudah melakukan berbagai macam kegiatan perpipaan ke sejumlah wilayah di Kecamatan Lumbang dan Winongan.

Untuk tahun 2016, anggaran DAK sebesar 1,4 M untuk PPAB (pembangunan dan pengelolaan air bersih) di Desa Kedungrejo dan Jeladri, Kecamatan Lumbang. Sedangkan dari APBD mencapai Rp600 juta untuk PPAB di Desa Karangasem, Wonorejo, dan Desa Panditan, Kecamatan Lumbang.

Tak berhenti sampai di situ, pada tahun 2017 lalu, total anggaran sebesar Rp300 juta telah dipergunakan untu PPAB di Desa Wonorejo dan Karangjati, Kecamata Lumbang, serta Rp200 juta dari PAK untuk PPAB di Dusun Ketondo dan Desa Pancur, Kecamatan Lumbang.

Begitu pula di tahun 2018 lalu, total anggaran sebesar Rp4,25 miliar digelontorkan untuk PPAB di 7 desa di Kecamatan Lumbang. Dan tahun 2019 lalu, angaran dari DAK sebesar Rp1,45 miliar sudah digelontokan untuk PPAB di Desa Cukurguling dan Lumbang, serta anggaran APBN sebesar Rp800 juta untuk HAMP (hibah air minum perdesaan).

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa ini komitmen Pak Bupati kita agar masyarakat khususnya bagi 17.271 warga Lumbang, bisa mendapatkan air bersih melalui sambungan rumah yang sudah kami siapkan. Selain itu, warga di daerah kekeringan lain, juga merasakan manfaat yang sama, yakni air bersih," kata Hari.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 15:15 WIB

Pelanggan Gasku di Batam Dapat Sembako dari PT Gagas Energi

Nasional

Sembako dibagikan di Batam.

08 Jul 2020 14:55 WIB

Lawan Covid-19, Kapolda Jatim Minta Bhabinkamtibmas Maksimal

Surabaya

Angka kasus di Surabaya Raya masih tinggi

08 Jul 2020 14:35 WIB

Menkeu Umumkan Moratorium Lulusan STAN Tahun Ini

Nasional

Moratorium lulusan STAN bersamaan dengan peniadaan lowongan CPNS.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...