Tampilan awal aplikasi DokterSafe buatan Fakultas Kedokteran Unair. (Foto: Istimewa)
Tampilan awal aplikasi DokterSafe buatan Fakultas Kedokteran Unair. (Foto: Istimewa)

Ini Isi Fitur Aplikasi DokterSafe Melindungi Dokter dan Nakes

Ngopibareng.id Pendidikan 17 January 2021 13:56 WIB

Aplikasi DokterSafe untuk melindungi dokter dan tenaga kesehatan (nakes) hasil karya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair). Aplikasi tersebut resmi dilaunching pada hari ini, Minggu 17 Januari 2021. Lantas fitur apa saja yang ada dalam aplikasi ini?

Project Manajer DokterSafe dr. Muhammad Shoifi SpOT(K) menjelaskan, fitur-fitur tersebut antara lain:

1. Self Assessment

Pada fitur ini ada dua self assessment atau penilitian diri yang bisa digunakan oleh dokter dan nakes. Pertama, self assessment risiko tertular Covid-19. Di fitur ini ada pertanyaan dan data-data yang bisa dijawab.

"Nantinya akan ada kesimpulan dan saran seberapa besar resiko tertular Covid-19," ungkap Shoifi kepada Ngopibareng.id.

Kedua, self assement Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Seperti yang diketahui saat ini dokter dan nakes diprioritaskan mendapatkan vaksin Covid-19. "Dengan mengunakan fitur ini, seseorang akan tahu apa yang terjadi pada dirinya setelah divaksin. Kejadian apa dan apa yang harus dilakukan akan dijelaskan pada fitur ini," terang Shoifi.

Fitur edukasi dalam aplikasi DokterSafe Foto IstimewaFitur edukasi dalam aplikasi DokterSafe. (Foto: Istimewa)

2. Educational Content

Fitur edukasi dibutuhkan para dokter dan nakes di era pandemi Covid-19 ini. "Seperti panduan alat pelindung diri (APD) level 1 hingga 3 yang sesuai standar. Karena resiko terbesar penularan adalah saat dokter atau nakes melepas APD," jelas Shoifi.

Menurutnya, fitur ini juga memudahkan dokter dan nakes melepas APD  sesuai standar meskipun tanpa supervisor. "Mereka tinggal play (putar) video langsung bisa mengikuti petunjuk dalam video," imbuhnya.

Shoifi juga mengatakan, dalam fitur ini ada standar protokol pelayanan medis saat pandemi Covid-19, untuk semua bidang kedokteran, termasuk dokter gigi. "Ke depannya juga akan meluas panduan pelayanan medis untuk perawat dan tenaga kesehatan lainnya," terang dia.

3. Hospitap Maps

Fitur ini untuk menjawab aspek informasi yang dibutuhkan dokter dan nakes. "Dalam fitur ini ada beberapa hotline penting yang dicantumkan seperti hotline mitigasi Covid-19, hotline ke Kemenkes, satgas nasional, serta hotline mitigasi Covid-19 sesuai daerah," papar Shoifi.

Fitur ini untuk memudahkan dokter dan nakes di manapun mereka bertugas. Ketika membutuhkan informasi rumah sakit atau perawatan Covid-19 bisa langsung ditangani.

"Misalnya ada dokter di Surabaya tugas di Jawa Barat, saat tugas ia terpapar Covid-19 bisa mengunakan fitur ini untuk cepat mendapatkan menangganan dari mitigasi Covid-19 tempatnya bertugas," terangnya.

"Dan juga bisa mengetahui rumah sakit mana yang paling terdekat dengan lokasinya dan berapa lama sampai ke lokasi tersebut," sambung Shoifi.

Pihaknya pun berharap, aplikasi ini dapat membantu dokter dan nakes saat bertugas dan mengurangi resiko paparan Covid-19.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 14:05 WIB

Undika dan Dispendik Beri Pelatihan Animaker Pada Ratusan Guru

Pendidikan

Undika dan Dispendik Beri Pelatihan Animaker Pada Ratusan Guru

01 Mar 2021 13:30 WIB

Jatim Jadi Provinsi Terbaik Dalam Penanganan Konflik Sosial

Jawa Timur

Salah satu penilaianya, penangan Covid-19.

01 Mar 2021 13:28 WIB

Ada Kandungan Boraks, Pabrik Krupuk di Sidoarjo Digrebek Polisi

Kriminalitas

Polisi menggrebek pabrik krupuk di Sidoarjo.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...