Ini Fakta, Pemasok Logistik Aksi Demo dan Polisi Berteman Baik

03 Oct 2019 11:12 Human Interest

Pemasok logistik yang satu ini tidak hanya bebas berkeliaran di tengah para demonstran. Ia juga berharap setiap hari selalu ada demo atau unjuk rasa yang jumlah pesertanya lebih banyak lagi. Dengan begitu keuntungan yang akan diperoleh bisa lebih besar.

Meskipun harapannya itu membuat polisi geregetan. Namun, tidak ada satu pasal pun di KUHAP yang bisa dijadikan rujukan untuk membawanya ke ranah hukum.

Pemasok logistik para pedemo di Jakarta ini merupakan pendatang dari Bangkalan Madura.

"Kalau dihitung lebih dari 2000 orang, ya bagus," kata Matruki, asal Socah, Kabupaten Bangkalan.

Dia mengaku senang kalau ada demo besar-besaran. Tentu, hal ini akan memerlukan logistik seperti kopi, teh panas, es teh manis dan Nutrisari, yang lebih banyak dari biasanya.

"Tapi jangan salah. Yang membutuhkan logistik, bukan massa aksi tapi juga polisi," cerita Matruki di tengah kesibukan melayani peserta aksi aliansi mahasiswa di Patung Kuda kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Rabu 2 Oktober 2019.

Pemasok logistik para pedemo itu adalah komunitas pedagang minuman bersepeda. Mereka yang memanfaatkan aksi demo untuk menjajakan berbagai minuman ringan dari air mineral, teh, es teh, kopi, kopi susu sampai minuman instan sari buah, Nutrisari.

Terkadang membawa goreng-gorengan sebagai pelengkap. Seperti bakwan, singkong, ubi, tahu dan pisang goreng. Tak ketinggalan rokok eceran.

Mereka senang bila ada demo setiap hari. Alasannya, mereka tak lagi harus berkeliling. Para pendemo pasti datang sendiri.

"Kalau nggak ada demo, bersepeda keliling Jakarta sampai gempor hasilnya tidak seberapa. Beda bila ada demo, duduk manis di pinggir trotoar yang aman sambil main HP pembelinya datang sendiri," kata Sauki.

Pemuda berusia 20 tahun lulusan SD asal Burneh, Bangkalan Madura, ini baru tiga bulan menjadi penjual kopi keliling di Jakarta. "Saya cuma jualan di sekitar Monas dan Tanah Abang. Tidak berani jauh-jauh belum tahu jalan," katanya.

Pemain baru biasanya jalan bareng dua sampai tiga orang supaya tidak tersesat di jalan. Untuk menjadi pemasok logistik bagi para pedemo tidak perlu modal. Sudah ada yang menyiapkan. Sepeda, bahan minuman, termos penyimpan air panas, sudah disediakan seorang bos, yang juga dari Madura. "Tretan dibik," tuturnya.

Armada pemasok logistik untuk demonstran sedang menunggu massa pserta aksi datang  Foto asmanungopibarengid
Armada pemasok logistik untuk demonstran sedang menunggu massa pserta aksi datang. ( Foto: asmanu/ngopibareng.id)

Pria bernama H. Jaelani yang dipanggil bos itu juga menyediakan tempat tinggal bagi anak buahnya, sekadar tempat berteduh. Pembayarannya dilakukan waktu pulang. Disesuaikan antara jumlah barang yang dibawa waktu berangkat dengan sisa waktu pulang.

Tentang penghasilan, menurutnya, tergantung situasi. Bila kebetulan ada demo penghasilan bersih yang dikantongi bisa mencapai Rp150 ribu. Bila kondisi sepi, paling banter Rp50 ribu. Bahkan, pernah sehari mendapat penghasilan Rp35 ribu

"Dijalani saja. Yang penting waktu pulang ke Madura harus necis, supaya tidak ada yang tahu kalau jauh-jauh merantau dari Madura cuma jualan kopi keliling," kata Sauki.

Komunitas pedagang minuman bersepeda ini tinggal di perkampungan kecil belakang Gedung Kantor Kementerian Perikanan dan Kelautan di Gambir, Jakarta Pusat. Biasanya pagi-pagi sudah menyebar ke daerah sasaran masing masing. Mereka Keluar bersama sama melalui jalan tembusan dekat Markas Marinir TNI AL Jalan Raya Kwitang, Jakarta Pusat.

Para pedagang minuman selalu mengetahui ada demo. Karena memperoleh informasi dari polisi. Atau melihat situasi. Kalau ada polisi berkumpul di sekitar Monas, depan Istana Merdeka, Gedung DPR, atau di depan kantor kementerian atau lembaga negara, feelingnya pasti ada demo.

Kemudian informasi itu disebar ke teman temannya sesama pedagang minuman melalui HP. Dalam waktu singkat mereka sudah berkumpul.

"Kalau demonya ecek ecek, jumlah yang jualan minuman lebih banyak dari pedemonya," cerita pedagang yang lain.

Pergerakan pedagang minuman bersepeda, dan pedagang makanan keliling ini pun menjadi informasi awal bagi wartawan yang biasa meliput demo. Bila pedagang keliling bergerak ke arah Istana, berarti di Istana akan ada demo. Kalau bergerak ke Bundaran HI, tandanya di bundaran air mancur depan Hotel Indonesia tersebut akan ada kegiatan.

Para awak media tinggal mengkonfirmasi rujukan awal ini ke pihak polisi. Siapa yang akan mengadakan kegiatan dan diikuti berapa orang. Tinggal menunggu sambil ngopi bareng polisi.

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini