Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono.

Untuk Pemudik, Ini Daerah Rawan Laka dan Macet di Jawa Timur

08 Jun 2018 20:30

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Jelang arus mudik dan balik lebaran, polisi memetakan daerah rawan terjadi kecelakaan dan kepadatan kendaraan di Jawa Timur. Titik rawan kecelakaan atau daerah trouble spot paling rawan ada di daerah Pandaan menuju Malang.

Oleh sebab itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono telah menyiagakan personil tambahan di jalur yang disebut rawan tadi.

"Titik rawan kecelakaan atau daerah trouble spot itu setiap daerah ada. Tapi yang paling parah atau krusial ada di Pandaan dan Malang," ujarnya di Surabaya, Jumat 8 Juni 2018.

Kata Heri, Pandaan dan Malang tersebut sering terjadi laka lantas karena jalan tersebut merupakan daerah pariwisata. "Jalur pariwisata menuju Batu atau Malang merupakan titik krusial terjadi kemacetan juga," ujarnya.

Heri menambahkan ada pula jalur yang memiliki tingkat kerawanan serupa yakni di Mengkreng. Karena setiap tahun, di daerah Mengkreng sering terjadi kepadatan dan kemacetan yang sangat tinggi. "Yang kedua di Mengkreng setiap tahunnya selalu terjadi kemacetan dan kepadatan," lanjutnya.

Solusi untuk mengurangi kemacetan, katanya, pihak kepolisian dengan memfungsikan tol fungsional di Wilangan - Kertosono. "Tahun ini sudah dibantu dengan tol fungsional ruas Wilangan- Kertosono, sehingga ini dapat mengurangi penumpukan kendaraan di ruas jalan Mengkreng," ujar Heri.

Selain itu, kata Heri, polisi juga menyiapkan beberapa pos pengamanan dan pelayanan di beberapa lokasi. Total ada 39 pos pelayanan dan 211 pos pengamanan.

"Antisipasinya kita menempatkan pos-pos pengamanan dan pos pelayanan. Ada 39 pos pelayanan dan juga kita siapkan 211 pos pengamanan," imbuhnya.

Alternatif lain untuk mengurangi kemacetan, pihanya juga akan memanfaatkan jalur alternatif hingga rekayasa lalu lintas. "Ada jalur alternatif yang kita manfaatkan untuk menghindari kemacetan, dan juga rekayasa jalur," ujar Heri.

Namun, rekayasa lalu lintas ini masih situasional, mengingat kondisi kepadatan jalan pada saat mudik nanti. "Kalau memang diperlukan dan memungkinkan, maka kita akan membuat sistem contra flow atau satu arah. (hrs)