Tangkapan layar status WhatsApp Bunda Ratu Satiyem. (Foto: Tangkapan Layar)

Ini Cerita Bacabup Banyuwangi Sampai Dinyatakan Positif Covid-19

Jawa Timur 06 August 2020 21:16 WIB

Bacabup Banyuwangi yang terkonfirmasi positif Covid-19, Bunda Ratu Satiyem mengaku sebelum dinyatakan positif Covid-19 dirinya sempat melakukan perjalanan ke Sidoarjo bersama suaminya. Kebetulan suaminya memang bekerja di kota tersebut.

"Kami dari Sidoarjo sudah dalam kondisi sama-sama sakit. Karena kondisi Bunda tidak separah bapak (suaminya) maka bapak yang isolasi di rumah sakit," jelas Bunda Ratu Satiyem, Kamis 6 Agustus 2020.

Setelah itu, dia pulang ke rumahnya dan langsung melakukan isolasi mandiri. Selama melakukan isolasi mandiri di rumah, Bunda Ratu Satiyem melakukan pengobatan dengan cara mengkonsumsi minuman herbal buatannya sendiri. Setelah mengkonsumsi minuman herbal kondisinya sudah sangat berbeda. Dia mengaku merasa lebih baik.

"Yang semula sama-sama parah (dengan suaminya). Tapi karena Bunda punya keyakinan, dengan jamu bikinan Bunda, Bunda lakukan itu. Alhamdulillah gejala itu mulai berkurang," bebernya.

Padahal, menurutnya pada saat pulang dari Sidoarjo itu dirinya sudah tidak bisa merasakan pahit, pedes. Bahkan dia pun sudah tidak bisa mencium bau dan pendengaran juga kacau balau. Tidak hanya itu, pandangan matanya pun juga sudah tidak bisa tajam, kepala pusing dan merasakan demam.

Dirinya pun melakukan Swab sekitar 5 hari lalu. Kemudian, sejak Senin, 3 Agustus 2020 lalu dirinya sudah menjalani isolasi di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Banyuwangi.

Dia berharap, penderita Covid-19 tidak bertambah lagi. Dirinya mengaku kasihan dengan pemerintah yang harus mengeluarkan biaya begitu besar untuk pengobatan pasien Covid-19. Karena biaya untuk perawatan orang sakit Covid-19 itu luar biasa besar.

"Maka saya luruskan kalau ada yang ngomong itu ada rekayasa untuk biaya Covid-19, itu karena mereka tidak tahu bagaiaman obat-obatan itu harus diberikan pada pasien untuk mengatasi semuanya," tegasnya.

Selama menjalani isolasi untuk pengobatan, Bunda Ratu mengaku bisa lebih banyak beribadah seperti membaca Alquran. Dia juga banyak membaca tulisan tentang Covid-19 dan membandingkan dengan apa yang dialaminya.

Dia juga memuji pelayanan di ruang isolasi. Menurutnya seluruh petugas medis bekerja secara maksimal dan bahkan memberikan pelayanan yang luar biasa. Mulai memberi obat, vitamin, hingga memberikan makanan. Setiap saat, kata dia, pasien selalu ditanya ingin makan apa agar mau makan. Bunda Ratu sendiri mengaku saat ini sudah berangsur membaik hingga 75 persen dibanding saat baru menjalani isolasi.

"Karena Covid-19 ini harus dilawan dengan banyak makan. Yang tidak kalah penting adalah ketenangan mental," ujarnya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Sep 2020 21:31 WIB

Prediksi Tsunami di Pantai Selatan, Ini Cara Menyelamatkan Diri

Jawa Timur

Pakar ITS berbagi tips menyelamatkan diri dari Tsunami.

28 Sep 2020 20:25 WIB

Sutiaji: Kota Malang Terkumuh se Jawa Timur

Jawa Timur

Ada sekitar 611 hektar kawasan kumuh di Kota Malang.

28 Sep 2020 17:25 WIB

Kota Probolinggo Bangun RS Internasional

Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meletakkan batu pertamanya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...