Antrean yang terjadi di RS Unair, Senin 16 Maret 2020. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Ini Cara Periksa Corona di RS Unair

Surabaya 16 March 2020 15:37 WIB

Sekitar 30 orang terlihat mengantre di depan poli khusus RS Unair, mereka yang mengantre terlihat memakai masker, Senin 16 Maret 2020. Ruang tunggu poli khususnya juga terlihat penuh, beberapa orang terlihat menunggu giliran untuk melakukan pemeriksaan dengan duduk jongkok di depan poli khusus (ngemper).

Seperti diketahui, RS Unair membuka poli khusus bagi masyarakat yang ingin melalukan pemeriksaan gejala virus corona. Terlebih bagi orang-orang yang pernah datang ke negara terjangkit atau pernah kontak langsung dengan penderita virus corona.

Ketua Satgas Corona, Dr. Prastuti Asta Wulaningrum mengatakan, sejak dibuka sekitar satu minggu yang lalu peminat poli khususnya ini semakin bertambah.

"Kurang lebih ada sekitar 500 sampai 600 orang yang datang ke poli khusus sejak dibuka satu minggu lalu," ujar Asta biasa ia dipanggil.

Asta menjelaskan, proses pendaftaran untuk pemeriksaan ini ialah pertama mendaftar dan mengambil nomor antrean di satpam yang menjaga. Setelah mendapatkan nomor antrean, menurut Asta, pasien bisa pulang lebih dulu jika nomornya cukup jauh dari nomor antrean yang sudah diperiksa.

"Orang tersebut bisa pulang dulu, lalu nanti mungkin bisa kembali dengan estimasi bila nomernya sudah mendekati pemeriksaan," kata Asta.

Setelah nomor antrian dipanggil, orang tersebut akan memasuki ruang pemeriksaan dan bertemu dengan dokter yang ada di sana. Kemudian dokter akan melakukan observasi pada keadaan pasien tersebut.

"Dalam observasi ini, dokter juga memberikan form yang berisi kemana terakhir berpergian dan gejala yang ditunjukan orang tersebut, untuk bahan observasi," imbuhnya.

Kemudian setelah observasi, terang Asta, dokter akan memutuskan pemeriksaan apa yang harus dilakukan oleh orang tersebut sesuai dengan kondisinya, seperti foro toraks, cek lab dan pemeriksaannya. Foto toraks dan cek lab juga dilakukan ditempat yang sama.

"Jadi tidak semua orang yang datang melalukan swab tenggorakannya. Karena ada kriteria untuk melakukan pemeriksaan swab tersebut," kata Asta.

Asta mengakui bahwa teknis nomor antrean ini baru diberlakukan hari ini. Ia mengakui bahwa sebelumnya memang terjadi kesiruhan karena membludaknya peminat.

"Namanya juga masih belajar ya, jadi kami terus memperbaiki apa yang kurang dari sebelumnya," paparnya.

Informasi terbaru yang disampaikan Asta, mulai hari poli khusus RS Unair hanya menerima kuota pasien sampai 100 orang dan layanan ini hanya dibuka dari pukul 8 pagi sampai jam 20.00 malam.

"Karena kami juga ingin mendorong RS lain untuk membuka layanan serupa. Sejauh ini layanan khusus ini baru ada di RS Unair kalau di Surabaya. Kalau didaerah lain saya kurang tau," tutupnya.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Sep 2020 21:45 WIB

Pandemi, 1.300 Siswa Banyuwangi dapat Bantuan dari SAS

Pendidikan

Bantuan berupa sejumlah penunjang belajar jarak jauh.

29 Sep 2020 21:30 WIB

Operasi Yustisi Jawa Timur, Satu Orang Dipenjara

Jawa Timur

19.385 masyarakat yang terjaring dalam operasi ini.

29 Sep 2020 21:15 WIB

Pemulihan Ekonomi 2021, Pemkot Malang Kaji Pembangunan LRT

Jawa Timur

Panjang trase capai 35 kilometer.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...