Murtaji Junaedi pelaku penipuan 59 jemaah haji. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Ini Cara MJ Pengaruhi 59 Calon Jemaah Haji

Jawa Timur 10 August 2019 12:55 WIB

Koordinator calon jemaah haji, Murtaji Junaedi mengaku memiliki cara khusus untuk mengelabuhi 59 Calhaj yang ia tipu, agar mau masuk dalam program percepatan haji.

Bagi Murtaji Junaedi, hal itu sangat mudah ia lakukan. Sebab dari 59 korban penipuan, semua memiliki keinginan bisa berangkat haji cepat tahun ini. Meski harus dengan membayar uang lebih banyak.

Apalagi dia selalu meyakinkan jika kenalannya yang bernama Syaifullah dekat dengan orang Kemenag pusat. Makanya tak sulit bagi Murtaji Junaedi untuk lebih meyakinkan mencari calon jemaah haji yang mau ikut dalam program yang dijanjikan oleh rekannya Syaifullah.

"Ya saya bilang ada dari orang Kemenag menawarkan percepatan haji, karena ada kursi kosong, tapi berangkat di kloter terakhir. Jadi setelah mereka ikut, saya tanyalah, itu seperti identitas, koper itu nanti diberikan di embarkasi," kata MJ.

Selain itu, yang membuat Murtaji Junaedi untuk lebih giat mencari calon jemaah haji yang mau berangkat cepat, Syaifullah menjanjikan bonus jika berhasil menacri calon jemaah yang mau ikut program haji cepat.

"Ya ada, tapi sebetulnya saya ingin menolong, karena saya pikir bisa prestise bagi yang belum berangkat. Sekarang dari ingin menolong itu, ada sebagian yang untuk operasional dan macam-macan kebutuhan," lanjut dia.

Namun soal besaran bonus dijanjikan Syaifullah tak pernah mematok berapa uang yang bisa dia dapatkan jika berhasil mencari calon jemaah haji berangkat cepat. Murtaji Junaedi tak mempermasalahkan besaran bonus yang akan dia dapat. Bagi dia, yang penting kuota program percepatan haji ini bisa terpenuhi.

"Jadi itu bervariasi pertama 3 juta sampai sekarang belum selesai malah minta ditalangi. Malah kata dia (Syaifullah) selesainya nanti saya diberi hadiah," ujar MJ.

"Kemudian selanjutnya ada yang 5 juta, ada yang juga mengundurkan diri, karena kok mundur-mundur terus. Memang ada yang jumlahnya sampai Rp 30 sampai Rp 35 juta yang terakhir itu," sambung Murtaji Junaedi.

Dengen embel-embel itu, istri dan keluarga serta teman-teman MJ pun ikut dalam program percepatan haji. Tapi sayang mereka hanya tertipu karena tak jadi berangkat setelah setor uang.

"Jadi ada istri saya ikut, kemudian ipar saya juga ikut. Selain itu teman, guru-guru saya, sahabat saya," kat MJ.

Sayang saat mengetahui, semua itu hanya tipuan, Murtaji Junaedi merasa seperti di gendam. Karena setiap Syaifullah menawarkan sesuatu ia langsung mengiyakan.

"Rasanya itu seperti terkena gendam. Jadi waktu tahu itu ditipu rasanya saya sudah lunglai. Untungnya saya masih diselamatkan Pak Kapolsek Sukolilo. Kemudian setelah itu dibawa ke Polda," ujar Murtaji Junaedi.

Atas kasusnya itu, kini MJ mendekam di penjara. Sementara Syaifullah yang mengaku sebagai anggota Kemenag Jatim akan dipanggil ke Polda Jatim pada Senin mendatang.

Sebelumnya, sebanyak 59 orang berseragam haji melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim. Warga yang berasal dari beberapa daerah di Jatim ini merasa tertipu karena tak jadi berangkat haji.

Padahal, mereka sudah membayar sejumlah uang mulai Rp 5 juta hingga Rp 35 juta agar bisa mendapat kuota pemberangkatan haji di tahun ini. Polisi akhirnya menetapkan koordinator penyelenggara sebagai tersangka dan melakukan penahanan

Penulis : Haris Dwi

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2020 00:15 WIB

Pasien Pertama Dunia yang Sembuh dari HIV, Meninggal

Internasional

Timothy Ray Brown sembuh dari HIV di tahun 2007.

30 Sep 2020 23:05 WIB

Hobi Memaki, Lima Burung Beo Hilang dari Kebun Binatang

Internasional

Burung beo memaki burung dan pengunjung.

30 Sep 2020 22:45 WIB

Operasi Yustisi di Pasuruan, 53 Warga Terkena Sanksi Denda

Ngopibareng Pasuruan

Sebanyak 53 warga didenda Rp50 ribu perorang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...