Sutradara dan para pemain film 'Bumi Manusia' saat gala premier berlangsung di Surabaya, Jumat 9 Agustus 2019. (Foto: Istimewa)

Ini Alasan Keluarga Pramoedya Memberi Izin Film Bumi Manusia

Film 10 August 2019 12:16 WIB

Pramoedya Ananta Toer dikenal sebagai salah satu sastrawan produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Lebih dari 50 karya Pram, begitu ia biasa disapa, yang sudah diterjemahkan dalam 42 bahasa.

Bumi Manusia merupakan salah satu karya terkenalnya, sekaligus merupakan karya pertama Pramoedya Ananta Toer yang disetujui keluarga, untuk dibuat filmnya dengan judul yang sama.

Astuti Ananta Toer, salah satu anak Pramoedya Ananta Toer, mengungkapkan alasan keluarga memberi izin pengarapan film tersebut oleh sutradara Hanung Bramantyo. 

"Yang datang ke kami banyak, tapi waktu itu (rumah produksi) Falcon Picture datang dengan kekeluargaan dan agama. Falcon tidak bicara untung rugi maka itu kami percaya atas pengarapan film ini. Karena, kalau bicara untung rugi mau dibawa kemana Pram ini," ungkap putri keempat Pramoedya Ananta Toer ini dari 8 bersaudara.

Astuti Ananta Toer tak mampu membendung rasa harunya selama film tersebut ditayangkan perdana di layar bioskop.

"Saya terharu sekali, semua adegan bagus. Adegan terakhir juga bagus dan banyak membuat orang terharu," ceritanya, usai menonton penayangan perdana Bumi Manusia di Surabaya, Sabtu dini hari, 10 Agustus 2019.

Astuti Ananta Toer saat ditemui usai gala premier Bumi Manusia Foto PitangopibarengidAstuti Ananta Toer saat ditemui usai gala premier 'Bumi Manusia'. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Dengan adanya film ini, ujar Astuti Ananta Toer, lebih banyak orang yang mau belajar sejarah kembali lewat tulisan ayahnya. "Dulu sebelum ada film ini, kami ke daerah dan sekolah-sekolah untuk mengenalkan karya Pram setiap bulan dan itu ruang lingkupnya kecil," ungkapnya.

Astuti Ananta Toer pun berharap kaum milenial mengenal karya-karya ayahnya. "Semoga dengan film ini ruang lingkup dalam mengenalkan karya Pramoedya Ananta Toer lebih luas lagi, apalagi untuk kaum milenial agar mereka dapat mempelajari sejarah kembali," ucapnya. 

Film karya Hanung Bramantyo yang berdurasi tiga jam ini diperankan oleh artis papan atas Indonesia seperti, Iqbal Ramadhan (sebagai Minke), Sha Ine Febriyanti (Nyai Ontosoroh), dan Mawar Eva de Jonghn (sebagai Annelies).

Latar belakang belakang film yang terjadi di era penjajahan Belanda ini juga dibintangi langsung oleh beberapa aktor dan aktris dari Belanda. Film produksi Falcon Picture ini akan dijadwalkan tayang pada 15 Agustus mendatang, bersamaan dengan film dari karya Pramoedya Ananta Toer lainnya, yaitu Perburuan.

 

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Aug 2020 00:57 WIB

Berjuang Lawan TBC, Bu Tejo Pernah Main Film Bumi Manusia

Selebriti

Sebelum akting di film Tilik, Bu Tejo ikut membintangi film Bumi Manusia.

03 Jul 2020 12:48 WIB

Zaskia Lahirkan Anak Kelima

Hiburan

Anaknya laki-laki diberi nama Bhaj Kama Bramantyo.

10 Dec 2019 12:19 WIB

‘Battle of Surabaya’, Hangatkan Pekan Film Indonesia di Belanda

Seni dan Budaya

Gelar CinemAsia Film Festival 2018, KBRI Den Haag, Belanda.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...