Ini 6 Alasan Barca Patut Waspadai Setan Merah

16 Mar 2019 13:11 Liga Champions

Sukses Barcelona menembus babak perempat final Liga Champions 2018-2019 mengembalikan memori indah yang mereka miliki tentang manisnya gelar kompetisi terelit di benua biru ini.

Azulgrana meraih mahkota juara di tahun 2009. Di final, penampilan luar biasa Barcelona menyudahi perlawanan Manchester United dengan skor 2-0.

Namun, 10 tahun sebelumnya, Ole Gunnar Solksjaer juga memiliki kenangan indah di Camp Nou. Saat itu, bersama Teddy Sheringham, manajer Setan Merah berhasil mengantarkan Manchester United menjuarai kompetisi yang sama di musim 1999.

Pelatih asal Norwegia ini tentu tak ingin kenangan itu buyar saat timnya bersua Barcelona di leg pertama dan leg kedua perempat final Liga Champions di Old Trafford pada 10 April 2019 dan di Camp Nou pada 16 April 2019.

Berbekal kenangan masa lalu tentu saja tak cukup bagi MU untuk memenangkan kedua laga itu. Solksjaer pun harus menepikan ingatan itu, dan memutar otak untuk mencari cara yang tepat guna menyingkirkan Barca.

Pasukan Catalunya sendiri patut mewaspadai ancaman MU saat keduanya bertemu di fase ini. Sebab, MU menyimpan potensi besar untuk mengalahkan siapa pun lawan yang akan mereka hadapi, termasuk Barca.

Ini enam alasan Barcelona patut waspada pada Setan Merah:

Kuat di Udara

Manchester United memiliki keunggulan pada rata-rata postur tubuh pemainnya yang relatif tinggi. Ada Chris Smalling dan Nemanja Matic yang memiliki tinggi badan 194 cm. Scott McTominay (193), Paul Pogba (191), Romelu Lukaku, David de Geaberdiri (189), Victor Lindelof dan Eric Bailly (187), Marcus Rashford (185).

Meski sejauh ini senjata ini tak begitu ampuh karena catatan statistik membuktikan bahwa mereka hanya mampu mencetak 5 gol dari tandukan, Barcelona harus tetap memperhatikan ancaman ini.

Motivasi Sedang Tinggi

Motivasi para pemain Manchester United sedang melambung tinggi setelah kemenangan 3-1 di Parc des Princes. Padahal, mereka mengalami krisis pemain setelah 10 penggawanya menepi akibat cedera. Kemenangan ini mengatasi defisit 0-2 di leg pertama di Old Trafford.

Sejak kedatangan Solksjaer, para pemain MU diliputi rasa percaya diri tinggi. Maklum, angka kemenangan MU jauh lebih tinggi dibanding kekalahan mereka. Total dari 18 pertandingan di semua ajang, MU menang 14 kali, dua kali seri dan dua kali tumbang.

Peningkatan Performa Pemain

Paul Pogba adalah contoh terbaik dalam menganalisis perkembangan individu seorang pemain di era Solksjaer.
Saat bersama Jose Mourinho, dari 20 pertandingan yang ia jalani, Pogba hanya mencetak lima gol dan empat assist. Sementara di bawah asuhan Solksjaer, Pogba sudah mengemas 8 gol dan 6 assist hanya dalam 14 pertandingan.
Selain Pogba, masih ada Marcus Rashford dan Romelu Lukaku yang juga tampil lebih produktif dibanding era Mourinho.

False 9 dan Penyerang Tengah Klasik

MU sejak era Solksjaer memiliki dua model formasi yang sama-sama tajam. Saat pertama tiba di Old Trafford, pelatih asal Norwegia itu lebih memilih false 9 dengan Jesse Lingard sebagai penyerang bayangan.
Namun, setelah sang pemain cedera dan absen, Solksjaer tak kehabisan akal. Ia mengembalikan formasi satu striker, dengan menempatkan Romelu Lukaku sendirian di depan layaknya penyerang klasik.
Lukaku sendiri tampil ganas dalam beberapa pertandingan empat pertandingan terakhir dengan menyarangkan enam gol.

Serangan Balik Mematikan

Manchester United di bawah asuhan Solksjaer tidak reaktif layaknya masih dikendalikan Mourinho. Meski masih memiliki masalah dengan cara mereka membangun serangan, MU tetap berpotensi memberikan ancaman besar pada Barcelona lewat serangan balik cepat nan mematikan.
Dua dari tiga gol MU yang dicetak Lukaku ke gawang PSG adalah gambaran nyata betapa berbahayanya serangan balik mereka.
Untuk kasus Barcelona yang gemar berlama-lama dengan bola, akan menjadi kesenangan MU yang akan menunggu lawan membuat kesalahan dan membawanya lari kencang dan mencetak gol. Dengan kecepatan Lukaku, Rashford, Jesse Lingard, dan Anthony Martial, MU akan mengancam gawang Barca.

Kiper Terbaik di Dunia

MU memiliki David De Gea. Tidak bisa dipungkiri, kiper Timnas Spanyol ini merupakan kiper terbaik di dunia saat ini. Sebagai bukti, De Gea memiliki catatan 100 clean sheet di Premier League.
Terakhir, De Gea menunjukkan kepiawaiannya dengan melakukan 11 penyelamatan gemilang ketika MU mengalahkan Tottenham.

Sumber: Marca