Nasib Frank Lampard di ujung tanduk. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)
Nasib Frank Lampard di ujung tanduk. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)

Ini 5 Pelatih yang Bisa Gantikan Lampard di Chelsea

Ngopibareng.id Liga Inggris 20 January 2021 15:15 WIB

Nasib Frank Lampard ada  di ujung tanduk usai gagal membawa Chelsea memetik hasil maksimal pada Rabu 20 Januari 2021 dini hari WIB. Bertandang ke markas Leicester City pada duel pekan ke-19 Premier League 2020-2021, The Blues takluk 0-2.

Sejak Desember lalu, Chelsea sedang berada di posisi sulit. Pernah jadi pemimpin klasemen, kini  Chelsea melorot ke peringkat ke-8 dengan 29 poin. Hingga kini, mereka gagal bangkit, sehingga semakin menjauh dari persaingan perebutan gelar.

Kekalahan dari Leicester ini tampaknya membuat kekecewaan pendukung Chelsea kian menguat. Suara-suara pemecatan Lampard semakin kuat. Sejumlah nama pelatih pengganti pun mengemuka.

Siapa saja mereka, dan bagaimana kelayakan deretan pelatih ini menahkodai tim dengan reputasi sebesar Chelsea? Ini detailnya:

Andriy Shevchenko menjadi kandidat terkuat pelatih Chelsea Foto Twitterjksheva7 Andriy Shevchenko menjadi kandidat terkuat pelatih Chelsea. (Foto: Twitter/jksheva7)
  1. Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Frank Lampard di Chelsea. Sekarang pria berumur 44 tahun tersebut tengah melatih Timnas Ukraina.

Shevchenko sendiri bukanlah sosok yang asing buat Chelsea. Ia pernah menjadi bagian dari The Blues semasa aktif bermain.

Shevchenko merupakan salah satu striker termahal The Blues di era kepemimpinan Roman Abramovich. Ia mencetak 22 gol dari 77 kali penampilannya bersama klub London.

Thomas Tuchel Foto TwitterPSGInsideThomas Tuchel. (Foto: Twitter/@PSG-Inside)
  1. Thomas Tuchel

Eks pelatih PSG ini bisa menjadi pelatih Chelsea. Pengalamannya menangani tim sebesar PSG yang memiliki materi bertabur bintang, Tuchel tentu tahu apa yang harus ia lakukan untuk membangkitkan Chelsea dari keterpurukan.

Pelatih asal Jerman yang baru saja digantikan oleh Mauricio Pochettino ini layak dicoba mengingat pelatih tersohor lainnya yang sudah terikat kontrak dengan tim lain.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih Les Parisiens menggantikan Unai Emery pada Mei 2018, dia menorehkan berbagai prestasi gemilang di sana.

Tuchel telah memimpin PSG di 82 pertandingan Liga Prancis dan memperoleh 62 kemenangan, 12 imbang dan delapan kali kalah. Total dia sudah menemani PSG sebanyak 127 laga di seluruh kompetisi dengan raihan 96 kali menang, 20 seri dan menelan 11 kekalahan.

Opta mencatat, Tuchel menorehkan presentase kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Prancis, yakni mencapai 76,5 persen. Eks pelatih Borussia Dortmund itu juga memiliki rata-rata 2,37 poin per laga, menyamai catatan yang pernah diraih Emery.

Tuchel turut mempersembahkan total enam trofi domestik, termasuk dua gelar Ligue 1, selama dua tahun menangani PSG. Dia juga mampu mengantarkan tim asal Paris itu menjadi runner-up Liga Champions untuk pertama kalinya pada 2020.

Massimiliano Allegri Foto TwitterOfficielAllegriMassimiliano Allegri. (Foto: Twitter/@OfficielAllegri)
  1. Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri merupakan salah satu pelatih terbaik asal Italia. Ia pernah meraih kesuksesan bersama Juventus.

Allegri memenangkan lima gelar Serie A secara beruntun bersama Juventus. Selain itu, Bianconeri dibawanya tampil di final Liga Champions sebanyak dua kali.

Allegri juga pernah mengantarkan AC Milan merengkuh scudetto satu kali. Pria berusia 53 tahun ini tengah menganggur setelah meninggalkan Juventus pada 2019.

Mantan pelatih Borussia Dirtmund Lucien Favre Foto IstimewaMantan pelatih Borussia Dirtmund, Lucien Favre. (Foto: Istimewa)
  1. Lucien Favre

Lucien Favre juga menganggur setelah dipecat Borussia Dortmund. Ia harus kehilangan pekerjaan karena performa buruk klub asal Jerman itu.

Pria asal Swiss itu memimpin Dortmund sejak tahun 2018. Sebelumnya, ia pernah menangani sejumlah klub seperti Nice, Borussia Monchengladbach dan Hertha Berlin.

Favre berhasil mengantarkan Dortmund meraih posisi runner-up di Bundesliga dua musim berturut-turut. Prestasi terbaiknya adalah memberi trofi Piala Super Jerman pada 2019.

Jhon Terry Foto The TimesJhon Terry. (Foto: The Times)

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Mar 2021 21:30 WIB

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Ratusan Iphone

Kriminalitas

Iphone tersebut diselundupkan melalui jalur udara dari Batam.

03 Mar 2021 21:15 WIB

Walikota Bukittinggi Wajibkan ASN Subuhan Berjamaah, Ini Kata DPR

Nusantara

Minta agar Mendagri membina Walikota Bukittinggi.

03 Mar 2021 21:00 WIB

Atasi Stunting, Mahasiswa UB Ciptakan Biskuit Berbahan Ulat

Pojok Unibraw

Ulat sangat dibutuhkan bagi masa tumbuh kembang anak.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...