Tiga anggota komplotan penipuan online yang diamankan petugas Polresta Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

Ini 11 Modus Penipuan Komplotan Penipuan Online

Kriminalitas 30 June 2020 22:12 WIB

Komplotan penipuan online yang diungkap Polresta Banyuwangi tidak hanya menggunakan modus meretas akun WhatsApp. Mereka ternyata merupakan pelaku sejumlah kejahatan siber yang selama ini sangat meresahkan masyarakat. Setidaknya ada 11 modus penipuan yang dilakukan komplotan ini.

Pertama, meretas nomor WhatsApp kemudian meminjam uang kepada kontak yang ada di akun WhatsApp tersebut. Pelaku berpura-pura seolah sebagai pemilik asli akun tersebut. Kedua, menyebarkan undian berhadiah di perumahan.

Ketiga, menyebar cek palsu bernilai miliaran rupiah dan SIUP palsu di perumahan dan perkantoran. Pada dokumennya tertera nomor HP pelaku yang bisa dihubungi korban. Saat korban menghubungi pelaku, kemudian korban dijanjikan imbalan. Namun ujung-ujungnya korban akan ditipu dengan cara diminta mentransfer uang.

"Berikutnya, menelepon dengan mengaku sebagai keluarga  yang sedang tertimpa musibah," jelas Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa, 30 Juni 2020.

Kelima, lanjut Arman, menelepon keluarga orang yang berperkara untuk dimintai uang dengan dijanjikan akan membebaskan orang yang berperkara. Selanjutnya, pelaku akan menelepon korban dengan mengaku sebagai polisi.

"Mereka membohongi calon korban bahwa keluarganya tertangkap kasus narkoba untuk kemudian dimintai uang tebusan," terang Arman.

Modus ketujuh, menelepon pengusaha mengaku sebagai pejabat polisi. Kemudian meminta uang saat ada serah terima jabatan di kepolisian. Delapan, menelepon restoran untuk memesan makanan. Kemudian korban diminta mengirim pulsa pada pelaku dengan janji akan dibayar lunas bersama dengan nasi yang dipesan pada mengantar pesanan.

"Memesan makanan yang akhirnya tidak terbayar di restoran," ungkap lulusan Akademi Polisi tahun 1997 ini.

Modus yang ke-9 adalah menelepon pengusaha dengan mengaku sebagai pejabat. Kemudian meminta uang pada pengusaha itu dengan dijanjikan akan diberikan proyek pekerjaan.

Sepuluh, menelepon korban dengan mengaku sebagai polisi untuk menawarkan lelang mobil barang bukti dengan tujuan meminta uang muka pembelian mobil lelang.

"Modus yang terakhir menyebar kupon hadiah yang dimasukkan dalam bungkus sabun atau snack," ujarnya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 04:33 WIB

Pejabat Tinggi Tahta Suci Vatikan Mengaku Dipaksa Mundur

Internasional

Cardinal Giovanni Becciu mundur dari jabatannya.

26 Sep 2020 03:30 WIB

Magawa, Tikus Afrika yang Mengendus 67 Ranjau Darat

Internasional

Magawa mendapatkan penghargaan medali emas.

26 Sep 2020 02:30 WIB

Lawan Covid-19, Kementerian PPPA Berdayakan Ibu dan Anak

Nasional

Peran serta anggota keluarga dalam satu rumah tangga dinilai sangat penting dalam mencegah penularan virus Covid-

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...