Ketua Tim Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur dr. Joni Wahyuhadi. (Foro: Alief/ngopibareng.id)

Ingin PSBB Surabaya Maksimal? Warga Harus Taat

Surabaya 07 May 2020 22:25 WIB

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya dinilai Pemprov Jawa Timur belum maksimal. Angka tambahan kasus baru masih tinggi, begitupula fatality rate atau rasio kematian juga masih tinggi.

"Padahal, salah satu indikator PSBB telah efektif dan berjalan maskimal adalah menurunnya angka positif baru dan angka kematian pasien," demikian diungkapkan oleh Ketua Tim Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur dr. Joni Wahyuhadi, saat melakukan konferensi pers terkait evaluasi PSBB Surabaya Raya di Gedung Negara Grahadi, Kamis 7 Mei 2020.

Selain pemerintah, baik provinsi maupun Kota Surabaya, hasil PSBB bisa maksimal butuh dukungan masyarakat.

"PSBB itu tidak bisa pemerintah sendiri yang menangani. Tidak mungkin itu. Kita harus bareng-bareng dan bagaimana menggerakkan rakyatnya untuk mentaati protokol kesehatan selama pandemi corona," tegas Joni.

Joni menyebut, banyak warga yang bandel dengan tidak melaksanakan social distancing dan physical distancing, tak mengunakan menggunakan alat pelindung diri yakni masker, hand sanitizer hingga tak peduli dengan cuci tangan.

"Rantai penyebaran Covid-19 bisa dengan mudah diputus apabila warga menggunakan masker dan mencuci tangan secara rutin. Ya njenengan (Anda) lihat sendiri lah. Bagaimana di Kota Surabaya ini. Saya nggak usah cerita bagaimanaya ya. Monggo (silahkan) dilihat sendiri," ujar Joni.

Menurut Joni tak masuk akal apabila langsung mengharapkan hasil bagus dari PSBB di Kota Surabaya. "Situasi di masyarakat saat ini masih banyak yang tidak sesuai dengan aturan dan banyak yang tidak mengikuti imbauan-imbauan dari pemerintah," sambung dia.

Joni membandingkan dengan Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo, yang kurvanya terus menurun di angka positif Covid-19 dan kematian.

"Ya saya yakin mereka melakukan upaya-upaya kecil lah. Kalau di Surabaya angkanya tinggi ya upayanya harus lebih tinggi daripada Gresik dan Sidoarjo. Jadi mohon maaf, ini adalah kajian dari sisi ilmiahnya tidak ada kaitannya dengan sisi politis sama sekali," tegas Joni.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Sep 2020 23:15 WIB

Tol Manado-Bitung Diresmikan, Sulut Akan Berkembang Cepat

Nasional

Peresmian dilakukan secara virtual dengan tetap menerapkan protokol kesehata.

29 Sep 2020 22:58 WIB

Viral, Musala di Tangerang Dirusak Al Quran Dicoret

Reportase

Coretan berisi kallimat ujaran kebencian.

29 Sep 2020 22:30 WIB

Disambati Petani, Calon Bupati Kediri Janjikan BPJS

Pilkada

Cabup Kediri disambati harga sayur anjlok di masa pandemi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...