Dokter Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (Foto: Dok. BNPB)

Ingin ke Salon? Ini Saran Dokter Reisa Brotoasmoro

Kesehatan 28 June 2020 20:14 WIB

Perawatan kecantikan sudah menjadi kebutuhan yang rutin dilakukan pria maupun wanita secara berkala. Tempat-tempat yang menawarkan jasa perawatan kecantikan yang diperlukan oleh masyarakat seperti salon, barber shop, atau tukang cukur rambut semua masuk kategori fasilitas umum.

Tempat-tempat tersebut berpotensi menjadi area penularan virus corona (Covid-19), karena menimbulkan kontak erat antara pemberi jasa, pelayanan, dan pelanggannya, dan juga di beberapa tempat akan berpotensi menimbulkan kerumunan pelanggan.

Dokter Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, untuk tetap menjaga fasilitas dan pelayanan jasa tersebut tetap aman Covid-19, maka perlu adanya penerapan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan tersebut sudah diatur dalam keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01. 07/Menkes/382/2020, yang isinya, bagi pelaku usaha wajib menyediakan sarana cuci tangan.

"Bisa memakai sabun atau hand sanitizer di pintu masuk dan tempat lain yang mudah diakses oleh pelanggan atau pengunjung, dan mewajibkan semua orang yang akan masuk harus mencuci tangan terlebih dahulu," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Dokter Reisa juga menganjurkan bagi pengelola salon, barbershop dan jasa perawatan kecantikan lainnya agar melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

"Nah, kalau ditemukan pekerja, atau pelanggan, atau pengunjung dengan suhu diatas 37,3 derajat Celcius, dan sudah diperiksa sebanyak 2 kali dengan jarak 5 menit di antara pemeriksaan, dan mereka memiliki gejala penyakit, maka tidak diperkenankan untuk masuk," jelasnya.

Selain itu, pada saat melakukan pelayanan jasa, pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri, berupa masker, pelindung wajah atau face shield, atau pelindung mata, dan juga celemek, selama mereka bekerja.

"Pengunjung wajib menggunakan masker, dan ingat, tidak boleh dilepas selama perawatan berlangsung. Selanjutnya dianjurkan tidak ada peralatan yang digunakan secara bersamaan, seperti handuk, celemek, atau alat potong rambut, dan lain sebagainya," tutur mantan host acara Dr. OZ Indonesia di Trans TV ini.

Apabila terdapat alat yang harus dipakai secara berulang, maka harus disanitasi. Peralatan dan bahan tersebut itu dapat dicuci, bisa menggunakan deterjen, atau disterilkan dengan desinfektan.

*Artikel ini diambil dari situs BNPB.go.id

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 10:10 WIB

Sinopsis Ghost Writer: Pertemuan Penulis dengan Arwah

Film

Film Indonesia berjudul Ghost Writer akan tayang malam ini.

09 Aug 2020 09:52 WIB

Itung-itungan Ganti Rugi Juventus Pecat Maurizio Sarri Rp345 M

Liga Champions

Posisi Maurizio Sarri sebagai pelatih Juventus digantikan oleh Andre Pirlo.

09 Aug 2020 09:39 WIB

Film Forbidden Kingdom: Misi Menjaga Tongkat Emas Raja Kera

Film

Misi menjaga tongkat emas di film Forbidden Kingdom.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...