Ingin Jadi Entreprenuer Islami? Kuliah Aja di Manajemen UNUSA

16 May 2018 20:07 Unusa Gateway
Ngopibareng.id |

Hampir semua kampus yang ada di Indonesia memiliki jurusan manajemen. Namun tidak banyak jurusan manajemen yang fokus pada pengembangan wirausaha Islami. Apalagi yang betul-betul serius menyiapkan alumninya untuk jadi wirausaha mandiri yang tangguh.

Di Surabaya, salah satu kampus yang memiliki jurusan manajemen dan serius  pada pengembangan wirausaha yang Islami adalah Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Riyan Sisiawan Putra, SE, MSM, mengatakan, "Keunggulan dari Prodi Manajemen kita mengambil tema kewirausahaan yang Islami. Tidak hanya disiapkan mata kuliah yang fokus kepada wirausaha, namun juga kita tanamkan nilai-nilai Islaminya."

Ada tiga lapis mata kuliah khusus Kewirausahaan yang akan diajarkan kepada mahasiswa Jurusan Manajemen UNUSA, yaitu Kewirausahaan Dasar, Kewirausahaan Lanjutan 1 dan Kewirausahaan Lanjutan 2. 

Melalui mata kuliah Kewirausahaan Dasar mahasiswa disiapkan agar mampu membuat perencanaan atau bisnis plan.  Kewirausahaan Lanjutan 1 diharapkan agar mahasiswa sudah bisa membimbing UKM, dan Kewirausahaan Lanjutan 2 mereka ditargetkan sudah punya lembaga usaha sendiri. Untuk menunjang mata kuliah kewirausahaan tersebut UNUSA memiliki sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan yang tersebar di Surabaya. Di daerah Rungkut saja misalnya, ada 15 UKM yang telah menjadi binaan UNUSA.

Kaprodi Manajemen UNUSA, Riyan Sisiawan Putra, SE, MSM saat sedang membimbing mahasiswanya.

Sedangkan dari sisi Islaminya, mahasiswa selain diajarkan mata kuliah Islami dasar umum seperti Agama Islam Ahlus sunnah wal jama'ah, juga ada beberapa mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa.

"Nilai islami mahasiwa tidak hanya di dapat dari mata kuliah Islami Dasar yang wajib di UNUSA, namun ada Ekonomi Syariah.tetapi Nilai islam itu sudah kita tanamkan di semua mata kuliah Kewirausahaan. Misalnya dari keuntungan yang mereka dapatkan, sebagian bisa diberikan ke orang yang lebih membutuhkan. Jadi mahasiswa sejak awal sudah kita didik untuk senang bersedekah dan peduli dengan orang lain," kata Riyan.

Didukung Suasana Entreprenuer

Prodi Manajemen UNUSA memiliki program yang disebut dengan enPlus atau Entrepenuer Plus. Program ini dirancang untuk melahirkan entrepreneur yang rahmatan lil alamin dengan membentuk komunitas pengusaha mahasiswa. 

Mahasiswa peminat kewirausahaan diorganisir dalam komunitas tersebut. Bagi mahasiswa yang telah memiliki usaha dapat berjualan di toko online yang dapat diakses di enplus.unusa.ac.id. Selain itu komunitas ini juga mengadakan event-event pameran bersama yang dilombakan.

Humazk, salah satu produk dari mahasiswa UNUSA. Produk masker yang terbuat dari bahan alami seperti beras dan oat yang kemudain ditambah coklat/greentea/susu/kopi, sehingga menyehatkan wajah penggunanya.

Memiliki Pembelajaran Variatif

Sama seperti layaknya di kampus lain, di Jurusan Manajemen UNUSA juga ada empat konsentrasi bidang ilmu yaitu pemasaran, sumber daya manusia, keuangan, dan operasional. Semua konsentrasi tersebut mendapatkan pembelajaran materi kewirausahaan yang aplikasinya disesuaikan konsentrasi jurusan.

Selain materi kuliah teori, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran dari para ahli yang disebut kuliah pakar. Dalam hal ini, UNUSA mengundang praktisi dunia usaha memberikan kuliah di kampus. "Kita mendatangkan pelaku wirausaha, baik yang barusan start up maupun yang sudah mapan. Terakhir kita mengundang owner Sego Jamur dan Laziza Kitchen. Dengan cara seperti itu mahasiswa akan belajar langsung pada pelaku bisnis agar mereka bisa terinspirasi," ujar Riyan Sisiawan Putra.

Untuk lebih mengembangkan aspek skill maka mahasiswa juga dibekali dengan pelatihan dan praktek langsung di perusahaan. Dalam program pelatihan dan praktek ini, UNUSA menjalin kerja sama dengan Dinas Perindustrian Propinsi Jawa Timur.

"Biasanya kita memberangkatkan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Perindustrian. Bisa juga ketika pelatihan yang kita inginkan ternyata ada di list Dinas Perindustrian maka kita ajukan pelaksanaannya lebih cepat," kata Riyan.

Kerja sama dengan Dinas Perindustrian tidak hanya dalam hal pelatihan, namun juga dimaksudkan agar bisa diakses sebagai jembatan antara mahasiswa UNUSA dengan perusahaan. Dengan harapan, pada semester akhir mahasiswa UNUSA dapat melakukan praktek magang di perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Dinas Perindustrian.

Melalui kerja sama ini mahasiswa bisa magang di perusahaan pembuat bahan makanan seperti Grand Food Indonesia dan Frozen Food. Namun demikian, mahasiswa juga boleh melakukan magang di perusahaan pilihan mereka sendiri dan UNUSA akan membekali dengan surat pengantar.

Adanya praktek magang membuat semua wisudawan Jurusan Manajemen UNUSA bukan hanya mendapatkan ijazah tapi juga mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dan Sertifikat penunjang lainnya. 

Selain pelatihan dan praktek magang, Prodi Manajemen UNUSA juga membekali mahasiswanya dengan Program Bisnis Visit atau kunjungan ke perusahaan. Setiap tahun mahasiswa diajak datang langsung ke perusahaan untuk meliat kondisi dunia usaha secara real. Diantaranya yang telah dikunjungi termasuk Perusahaan Mie Burung Dara, Otsuka Pocari Sweat, dan Yakult.

Sengaja dipilih perusahaan asing dan perusahaan dalam negeri agar wawasan mahasiswa bertamvah dan mengetahui perbedaan perusahaan yang dikelola pihak luar negeri dan yang di kelola oleh pelaku usaha dari dalam negeri.

"Harapan kami, mahasiswa akan bisa terinspirasi dan membuat pikiran mereka terbuka. Soalnya mahasiswa Manajemen itu selain disiapkan menjadi tenaga profesional di perusahaan juga harus siap menjadi entrepenuer yang handal," lanjut Riyan.

Mahasiswa UNUSA dibekali dengan praktek langsung agar lebih cepat mengembangkan skill kewirausahaan.

Kelas Karyawan Jurusan Manajemen UNUSA

Sebagai komitmen UNUSA memberi kesempatan seluas-luasnya kepada warga masyarakat yang ingin menambah ilmunya maka Prodi Manajemen juga membuka kelas khusus untuk para karyawan. Kelas ini disediakan untuk warga masyarakat yang sudah bekerja. Keuntungannya jam kuliah sore hari setelah pulang kerja jadi tidak mengganggu aktifitas kerja. Materi kuliah sama dengan mahasiwa reguler dan hanya berbeda metode pembelajarannya. Pada kelas reguler, disamping teori juga ada praktek. Tapi pada kelas karyawan karena tidak memungkinkan untuk praktek  maka diganti dengan diskusi dan presentasi.

Keunggulan lain yang dimiliki Prodi Manajemen UNUSA adalah sikap keterbukaan para dosennya. Selain itu, sebagian dosen juga merangkap sebagai konsultan. Dengan demikian sudah biasa memberikan konsultasi pada perusahaan dan mencarikan solusi untuk perusahaan yang kinerjanya sakit. Pengalaman sebagai konsultan ini bisa ditularkan kepada para mahasiswa.

"Kita sebagai dokternya perusahaan jadi bisa memberikan solusi kepada para mahasiswa yang telah menekuni usaha. Tentorbyang  kita miliki sudah teruji mumpuni," kata Riyan.

Menurutnya hal itu sudah dibuktikan oleh Alumni Manajemen UNUSA, "Semua lulusan kami sudah bekerja di perusahaan. Dari testimoni Alumni apa yang diminta dilapangan sudah disiapkan materinya ketika di bangku kuliah. Misalnya di jurusan manjemen keuangan dengan mendapat pengantar akuntansi saja sudah bisa mengerjakan akuntansi perusahaan," tambah Riyan.

Program Beasiswa Jurusan Manajemen UNUSA

Pada Prodi Manajemen UNUSA juga tersedia program beasiswa. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru melalui  jalur undangan disediakan beasiswa bebas uang pembangunan dan hanya cukup membayar semester. Beasiswa penuh disediakan UNUSA bagi mahasiswa kurang mampu dan mahasiswa berprestasi. Demikian juga untuk mahasiswa yang hafal Qur'an diberikan beasiswa penuh. Begitu banyak keuntungan dan segala kelebihan kuliah di Prodi Manajemen UNUSA. Jadi kini saatnya meraih ilmu manajemen yang berwawasan entrepeunership di UNUSA. (Adv/frs)