Ilustrasi kebanyakan makan daging bisa sakit sembelit. (Foto:Istimewa)

Ingat, Kebanyakan Makan Daging Bisa Sakit Sembelit

Legenda Tenan 10 August 2019 09:48 WIB

Secara kelakar, Idul Qurban banyak yang menyebutnya sebagai hari sate nasional. Konsumsi daging meningkat. Tapi awas,  mengonsumsi daging secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit atau sulit buang air besar karena tubuh kekurangan serat.

Hal itu dikatakan akademisi dan praktisi kesehatan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

"Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya," kata Prof Ari.

Oleh karena itu Ari  menganjurkan masyarakat yang akan mengonsumsi banyak daging kurban pada saat hari raya Idul Adha untuk banyak mengonsumsi sayur-sayuran.

Selain itu, lanjut Arif, konsumsi daging kambing berlebih juga bisa berdampak pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit GERD yaitu penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kerongkongan.

"Maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERD-nya," kata dia.

Selain itu juga bisa memicu efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Daging kambing termasuk daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh, dan lemak jenuh ini banyak mengandung LDL atau lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah baik di otak maupun jantung.

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Namun Ari mengingatkan agar tidak mengonsumsi daging kurban baik itu sapi atau kambing secara berlebihan.

"Daging kambing dan sapi yang akan menjadi santapan utama hari raya kurban sekali lagi mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan, tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita," kata Ari.

Dia mengingatkan agar masyarakat jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus. (an/ar)


Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Feb 2020 15:05 WIB

Pasien Kanker Boleh Makan Daging Merah Asal, Ini Penjelasannya

Kesehatan

Pasien kanker boleh makan daging asal, ini penjelasanya.

27 Dec 2019 12:27 WIB

Randy Pangalila Dituding Konsumsi dan Jual Beli Daging Anjing

Gosip Artis

Kondisi kandang anjing tak layak, aktor Randy Pangalila dituding jualan daging anjing

04 Dec 2019 07:24 WIB

Solo Diminta Larang Konsumsi Daging Anjing

Nusantara

Pemerintah Solo diminta membuat larangan mengkonsumsi daging anjing.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.