Uya Kuya dan Barbie Kumalasari di kanal YouTube Uya Kuta TV. (Foto: YouTube)

Infotainmen Dilarang KPI Tayangkan Artis Pamer Saldo ATM

Selebriti 23 December 2019 06:58 WIB

Konten YouTube berisi pamer isi saldo ATM para selebriti Tanah Air kian menjamur. Uya Kuya menjadi orang pertama yang mengawali tren ini dengan membongkar isi ATM Barbie Kumalasari yang mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Tren pamer saldo ATM diikuti Raffi Ahmad, Ria Ricis, Nikita Mirzani, dan putra komedian Sule, penyanyi Rizky Febian.

Hal ini menjadi sorotan Lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Belum lama ini, KPI mengeluarkan surat edaran untuk seluruh lembaga penyiaran televisi perihal program siaran infotainment.

Dalam edarannya, KPI Pusat meminta seluruh lembaga penyiaran televisi untuk memperhatikan batasan dan/atau pedoman dalam menayangkan program siaran infotainment.

Hingga kini diketahui bahwa tayangan soal artis pamer saldo ATM telah melanggar pedoman dalam Pasal 37 Ayat (4) huruf c SPS. Pasal tersebut memuat isi dilarang menampilkan muatan hedonistik yang memamerkan kekayaan materi seperti: barang mewah, perabotan rumah, pakaian, saldo atm, dan bentuk kekayaan materi lainnya.

Kabar ini juga disampaikan oleh KPI melalui unggahannya di Instagram. Hingga akhirnya kabar tersebut telah beredar di media sosial dan menuai beragam respon dari netizen.

Rupanya, kali ini banyak dari netizen yang sependapat dengan KPI. Namun sebagian lagi menganggap langkah KPI ini terbilang terlambat.

View this post on Instagram

KPI Minta Stasiun TV Perhatikan Batasan Tayangan Siaran Infotainmen Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengeluarkan surat edaran untuk seluruh lembaga penyiaran televisi perihal program siaran infotainmen, Selasa (17/12.2019). Dalam edarannya, KPI Pusat meminta seluruh lembaga penyiaran televisi untuk memperhatikan batasan dan/atau pedoman dalam menayangkan program siaran infotainmen Adapun batasan dan pedoman yang harus diperhatikan yakni a. Tidak menayangkan muatan Mistik, Horor dan Supranatural di bawah pukul 22.00 waktu setempat sebagaimana diatur dalam Pasal 30, Pasal 31 dan Pasal 32 SPS b. Dilarang menampilkan muatan hedonistik yang memamerkan kekayaan materi seperti: barang mewah, perabotan rumah, pakaian, saldo atm, dan bentuk kekayaan materi lainnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 37 Ayat (4) huruf c SPS c. Dilarang menampilkan perseteruan/konflik pribadi yang berkecenderungan membuka privasi dan/atau aib pihak-pihak tertentu sebagai konsumsi publik sebagaimana diatur dalam Pasal 13 dan Pasal 14 SPS d. Wajib memperhatikan klasifikasi program dan jam tayang program siaran. Klasifikasi program sebagaimana yang dicantumkan oleh lembaga penyiaran pada setiap program siaran membawa konsekuensi penerapan pembatasan dan pelarangan sesuai kategori program sebagaimana diatur dalam Pasal 33, Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, Pasal 37 dan Pasal 39 SPS e. Lebih berhati-hati dalam penggunaan cuplikan atau caption dari media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya (Selengkapnya: http://bit.ly/2SctCgg ) #BicaraSiaranBaik

A post shared by KPI Pusat (@kpipusat) on

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 12:25 WIB

Sinopsis The Last Witch Hunter: Satria Terakhir Pemburu Penyihir

Film

Film The Last Witch Hunter tentang kisah pemburu penyihir.

11 Jul 2020 12:10 WIB

Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid, Pemimpin Dunia Resah

Internasional

Hagia Sophia berubah menjadi masjid.

11 Jul 2020 11:45 WIB

Logo Partai Gerindra Diganti Lobster, Ini Kata Susi Pudjiastuti

Nasional

Logo Partai Gerindra gambar kepala burung garuda diganti menjadi lobster.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...