Infografis: Performa Timnas Dalam Kendali Bima Sakti

19 Nov 2018 19:14 Bola

Prestasi Timnas Indonesia di tangan Bima Sakti Tukiman sempat menjanjikan di awal. Tiga kemenangan menjadi catatan apik Bima selama menjadi pelatih interim Timnas senior.

Namun setelah resmi ditunjuk menjadi pelatih kepala Timnas pada 21 Oktober 2018 lalu, prestasi Timnas malah menukik. Langkah mereka di penyisihan Grup B Piala AFF 2018 terseok-seok.

Bima Sakti diplot menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia oleh PSSI untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Luis Milla Aspas, yang menolak perpanjangan kontrak usai mendampingi Timnas di Asian Games 2018.

Sebelum didapuk menjadi pelatih kepala Timnas senior, Bima tercatat sebagai asisten Milla di Timnas U-23. Bima juga menjadi pelatih interim Timnas senior pada tiga laga uji coba melawan Mauritius, Myanmar, dan Hong Kong.

Karier Bima dalam tiga laga uji coba itu pun berjalan mulus. Tak sekali pun Tim Merah Putih menderita kekalahan dalam tiga partai uji coba tersebut.

Lawan pertama, Mauritius mereka kalahkan dengan skor tipis, 1-0 lewat gol yang dicetak Evan Dimas Darmono menjelang laga bubar.

Kemudian melawan sesama tim ASEAN, Myanmar, Tim Garuda menang dengan skor telak 3-0 lewat dua gol Irfan Jaya dan satu gol Beto Goncalves.

Dan pada uji coba terakhir, Timnas Indonesia lagi-lagi meraih kemenangan atas lawannya. Kali ini Hong Kong yang berhasil ditaklukkan oleh Timnas Indonesia dengan skor 1-0.

Dengan modal tiga kemenangan itu, Timnas Indonesia mantap menatap turnamen resmi yang akan mereka ikuti, Piala AFF 2018.

Grafi VidhiNgopibareng
Grafi: Vidhi/Ngopibareng

Di pertandingan pertama, Timnas cukup optimistis bisa menaklukkan Singapura di kandangnya. Namun hasil akhir berkata lain, Timnas malah takluk dengan skor tipis 0-1. Bukan hanya kalah, penampilan Timnas di laga ini juga bisa dibilang buruk lantaran minim kreativitas dan miskin peluang.

Kekalahan tersebut menjadi tamparan keras bagi para penggawa Timnas Indonesia. Mereka pun terlecut untuk memenangi Matchday keduanya lawan Timor Leste.

Melawan tim terlemah di grup B itu, tim Garuda meraih kemenangan 3-1. Namun, di balik kemenangan itu, penampilan Timnas Indonesia di laga ini masih menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan Timnas yang digalang Hansamu Yama Pranata.

Hal itu bisa dilihat dari proses gol yang dicetak Timor Leste di awal babak pertama. Meski akhirnya bisa berbalik unggul 3-1, dari data statitik, Timor Leste melakukan 14 kali percobaan dan lima di antaranya menemui sasaran.

Itu belum termasuk beberapa kans Timor Leste yang mampu dipatahkan kiper Timnas maupun pemain belakang Timnas sebelum melakukan tembakan. Sementara Indonesia melayangkan 18 kali tembakan dan empat di antaranya tepat sasaran. Timor Leste benar-benar menjadi lawan yang merepotkan.

Matchday ketiga pun tiba. Timnas harus menghadapi kandidat terkuat juara Piala AFF 2018, Thailand. Dengan menyisakan banyak kelemahan, hasilnya bisa ditebak, Timnas dipermak Thailand 2-4.

Kekalahan ini pun menipiskan peluang Timnas lolos ke semifinal. Karena pesaingnya di grup ini, Filipina meraih dua kemenangan, 1-0 atas Singapura, dan 3-2 dari Timor Leste.

Di atas kertas, kans Timnas sangat kecil. Karena dari hitung-hitungan, Filipina hanya butuh hasil imbang dengan Thailand di laga ketiganya. Dengan 7 poin yang dikumpulkan kedua tim, Filipina akan menemani Thailand ke semifinal.

Filipina juga berpeluang lolos langsung jika menang atas Thailand. Dan Thailand hanya butuh hasil imbang lawan Singapura di laga terakhir.

 

Andai Filipina kalah dari Thailand, pada pertemuan lawan Indonesia di laga terakhir penyisihan Grup B, Filipina tetap lolos jika hanya kalah dengan selisih 1 gol. Sementara Indonesia butuh minimal dua gol untuk bisa menyingkirkan Filipina, tugas yang sangat berat bagi Timnas. (Nas)

Reporter/Penulis : Rizal A


Bagikan artikel ini