Inflasi Jatim Naik 0,62 Persen, Ini Komoditas Utamanya

03 Jan 2019 17:06 Ekonomi dan Bisnis

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur merilis kenaikan inflasi 0,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,39. Ini terjadi pada Desember 2018. Kenaikan disebabkan adanya peningkatan harga dari komoditas yang paling banyak dibutuhkan.

Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, mengatakan, peningkatan harga itu terjadi di delapan kota di Jawa Timur.

“Kenaikan tertinggi terjadi di kota Probolinggo, mencapai angka 0,72 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Madiun yang mencapai angka 0,25 persen,” kata Teguh, Kamis 3 Januari 2018.

Meski begitu angka lonjakan inflasi ini  naiknya tidak terlalu signifikan bila dibandingkan dengan Desember 2017 yang angka kenaikan inflasinya mencapai 0,70 persen.

Pemicunya adalah naiknya beberapa kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru. Selain itu, periode libur sekolah dan cuti bersama ikut menyumbang kenaikan inflasi khususnya di bidang transportasi.

"Momen Libur Natal dan Tahun Baru ini merupakan salah satu penyebab naiknya beberapa kebutuhan, terutama bahan pangan," ujar Teguh.

Kenaikan inflasi yang berasal dari bahan makanan ini mengalami peningkatan sebesar 1,91 persen, dengan komoditas dominan telur ayam ras sebesar 0,14 persen, daging ayam ras sebesar 0,05 persen, dan bawang merah sebesar 0,04 persen. 

“Jadi, total keseluruhan inflasi pada kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2018, dengan sumbangsih sebesar 0,38 persen. Yang memberikan deflasi hanya bawang putih, sebesar 0,02 persen,” jelasnya.

Selain inflasi pada bahan makanan, peningkatan inflasi juga terjadi pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan. Kenaikan inflasi terjadi pada subkelompok transport sebesar 1,42 persen dan sub kelompok sarana penunjang transport sebesar 0,20 persen. 

“Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,16 persen di bulan Desember 2018. Komoditas utama yang memberikan andil terbesar, adalah angkutan udara sebesar 0,10 persen, tarif kereta api sebesar 0,04 persen, dan bahan pelumas sebesar 0,01 persen,” pungkasnya. (amm)

Reporter/Penulis : Amanah Nur Asiah
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini