Tongkrongan Maxvel kelak? Kita tunggu ya... foto:istimewa/otomotifbus

Industri Otomotif Listrik Indonesia Masuki Babak Baru?

Ekonomi dan Bisnis 21 July 2018 04:23 WIB

Babak baru sedang mengincar industri otomotif listrik Indonesia. Dikabarkan, PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dan spesialis motor listrik Gesits siap berkolaborasi. Kolaborasi keduanya itu akan mengembangkan kendaraan listrik secara massal.

Pergerakan industri otomotif khususnya berbasic listrik punya potensi besar di Indonesia. Sebab, pelaku bisnis sektor ini sama-sama dengan mengembangkan konsep ideal namun ekonomis.

Harapannya, nilai jual di pasaran bisa terjangkau oleh lapisan masyarakat. Dan, MAB bersama Gesits sejauh ini menjadi kutub dari pengembangan kendaraan listrik.

Meski sama-sama fokus dengan kendaraan listrik, namun output keduanya sepertinya akanberbeda. MAB akan fokus dengan riset dan pengembangan bus listriknya saja.

Ada nama Purnawirawan Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan dibalik MAB itu. Bagaimana dengan Gesits? Brand ini merupakan kolaborasi antara Garasindo dengan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. 

Nama kendaraan barbasis lustrik itu adalah Maxvel. Realiasi kandungan lokal full bus bernama Maxvel ini ditarget maksimal lima tahun lagi. Demi mewujudkan target tersebut, proses alih teknologi terus berjalan antara MAB dengan rekananannya di Shanghai.

Dalam berbagai wacana, mobil listrik bagus untuk masa depan. Realisasi ini terbuka diwujudkan hingga lima tahun ke depan. Artinya, saat itu Indonesia sudah bisa memproduksi mobil listrik dengan kesemuanya dibuat di sini. Untuk menguatkan konsep sekaligus strategi tentu sinergi perlu dilakukan dengan beberapa pihak.

Seperti dikutip banyak media, karena memiliki kesamaan basic MAB melirik Gesits. Pertemuan mereka sudah terjadi beberapa waktu silam. Saat itu, Gesits diwakili oleh Gesits Technologies Indo (GTI) yang menggelar pertemuan dengan MAB. Pada pertemuan itu tersirat adanya rencana kolaborasi. Direktur Utama PT Mobil Anak Bangsa, Leonard, mengatakan, pertemuan terkait kesepakatan kerjasama masih sangat dini.

Untuk branding babak baru mobil listrik itu MAB sudah mendisplay bus listriknya itu di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2018. Maxvel telah mengaplikasikan sistem mesin mekatronika dan nantinya akan diproduksi secara massal. Lalu, Gesits sudah bersiap go public dan rencananya rilis pada Agustus nanti. Harga saat dipasarkan diperkirakan Rp15 Juta per unit.

Menjadi kebanggaan negeri, Gesits menggunakan baterai ion lithium dengan jarak tempuh 80-100 Km untuk sekali pengisian.

Dibutuhkan waktu sekitar 1,5-3 jam untuk sekali pengisian listrik. Dengan suplai energi besar, kecepatannya hingga 100 Km/Jam dengan dengan 125cc motor konvensional. Lebih spesial, Gesits ini tidak mengeluarkan emisi gas buang.

Selanjutnya?  Kita tunggu saja babak baru dunia otomotif ini. (ant/berbagai sumber)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Jun 2020 09:24 WIB

Menunggu Kejutan

Dahlan Iskan

Produksilah listrik di siang hari. Simpanlah di baterai untuk malam hari.

11 Jun 2020 11:24 WIB

Wou...China Produksi Baterai Mobil Listrik Tahan 2 Juta Kilometer

Ekonomi dan Bisnis

Untuk mencapai 2.000.000 kilometer itu dibutuhkan waktu sekitar 16 tahun.

09 Jun 2020 05:31 WIB

Mati Berdiri

Dahlan Iskan

Pupus sudah harapan kita swa sembada minyak. Loh?

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...