Iman dan Takwa Kunci Meraih Keberkahan Hidup, Ini Penjelasannya

21 Jun 2018 11:36

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Idul Fitri sering dikatakan sebagai sebuah prestasi meraih kemenangan. Kemenangan yang perlu dipahami dan ditafsirkan dengan tepat dan benar. Kemenangan yang diharapkan adalah sebuah kemenangan mengalahkan sifat dan perilaku buruk yang ada pada setiap pribadi manusia.

Sifat dan perilaku individualisme, bermewah-mewah, pemborosan, lisan yang sering berkata tidak baik, malas beribadah serta perilaku tidak terpuji lainnya merupakan sifat dan perilaku yang harus dikalahkan.

Kemenangan yang sudah sepantasnya dijadikan spirit positif bagi perjalanan kehidupan selanjutnya. Makna dalam setiap ibadah dan juga perilaku dalam kehidupan sehari-hari selama Ramadhan yang baru saja dilalui kemarin hendaknya mampu menjadi landasan karakter yang kuat sebagai bekal menjalani kehidupan selanjutnya.

“Karakter yang kuat berupa terpeliharanya iman dan takwa akan menjadi tameng kehidupan yang mampu menahan diri terhadap setiap godaan untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji”. Demikian disampaikan Jumari, Ketua PDMuhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang, dikutip ngopibareng.id, Kamis (21/6/2018).

Terbentuknya pribadi dan masyarakat yang iman dan taqwa adalah puncak dari makna kemenangan perayaan Idul Fitri. Iman dan taqwa adalah kunci untuk menghasilkan nilai tambah berupa keberkahan dalam kehidupan. Keberkahan dalam wujud semangat dalam berjuang, semangat dalam beribadah serta tambah bahagia hidupnya.

Keberkahan hidup tidak diukur dengan keberhasilan seseorang dalam mendapatkan kekayaan, akan tetapi sejauhmana setiap manusia mampu memiliki rasa syukur atas apa yang telah dimiliki.

“Nikmat iman, nikmat sehat adalah sesuatu yang justru lebih penting dan bermakna dari pada sebuah kekayaan yang dimiliki” ujarnya.

Jumari menekankan perlunya merawat dan memelihara prestasi selama ini berupa semangat menjalankan ibadah dan juga kepedulian sosial.

“Jadikan perayaan Idul Fitri ini sebagai awal menumbuhkan komitmen untuk konsisten dalam merawat dan memelihara prestasi-prestasi kebaikan di luar bulan ramadhan secara berkelanjutan,” kata Jumari.

Setiap umat Islam hendaknya menjadikan Idul Fitri sebagai wahana untuk semakin meningkatkan kualitas iman dan taqwa, memperluas ilmu pengetahuan, memperbanyak amal shaleh serta mengembangkan sikap, tindakan dan akhlak mulia. (adi)