Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga membangun monumen untuk mengenang Herman Hendrawan (kiri) dan Petrus Bimo Anugrah (kanan) di taman belakang Kampus FISIP. (Foto: http://news.unair.ac.id)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga membangun monumen untuk mengenang Herman Hendrawan (kiri) dan Petrus Bimo Anugrah (kanan) di taman belakang Kampus FISIP. (Foto: http://news.unair.ac.id)

IKOHI Jatim Kecam Dua Pejabat Eks Tim Mawar jadi Pejabat

Ngopibareng.id Nasional 26 September 2020 18:07 WIB

Keputusan Presiden Joko Widodo yang menyetujui masuknya dua eks anggota Tim Mawar sebagai pejabat di Kementerian Pertahanan mendapat kecaman dari Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Jawa Timur.

IKOHI Jawa Timur menyebut keputusan tersebut mencederai komitmen Presiden Joko Widodo dalam penegakan hak asasi manusia. Terutama, penyelesaian terhadap pelanggaran HAM berat masa lalu, khususnya kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa.

Presiden Joko Widodo sebelumnya diketahui menyetujui masuknya dua eks anggota Tim Mawar sebagai pejabat di Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto. Persetujuan itu dituangkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 166/TPA Tahun 2020.

Keduanya adalah Brigjen TNI Yulius Selvanus sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan serta Brigjen TNI Dadang Hendrayudha sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan.

Tim Mawar merupakan Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang dipimpin Prabowo saat masih menjabat Komandan Kopassus. Dalam pengadilan di Mahkamah Militer, tim tersebut telah terbukti menjadi dalang dalam operasi penculikan aktivis menjelang jatuhnya Soeharto pada 1998.

“Keputusan Presiden Joko Widodo itu juga makin menebalkan indikasi pengingkarannya terhadap komitmen pencarian terhadap aktivis korban penghilangan paksa, yang dia ucapkan berkali-kali pada saat kampanye Pemilihan Presiden,” kata aktivis IKOHI Jawa Timur, Dandik Katjasungkana.

Dandik juga menyebut juga menyebut pengangkatan eks anggota Tim Mawar itu, juga melengkapi pengingkarannya yang juga telah mengangkat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Atas hal tersebut IKOHI Jawa Timur pun menyatakan sikap:

  1. Mengecam keras Keputusan Presiden Joko Widodo yang tidak kunjung menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, termasuk kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi 1997-1998.
  2. Menuntut pembatalan Keputusan Presiden RI Nomor 166/TPA Tahun 2020 yang mengangkat dua eks anggota Tim Mawar Kopassus sebagai pejabat di Kementerian Pertahanan.
  3. Menuntut Presiden Joko Widodo agar segera menjalankan rekomendasi DPR-RI pada tahun 2009 untuk menyelesaikan kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi. Khususnya, membentuk tim khusus untuk mencari keberadaan para aktivis yang masih hilang.
  4. Menyerukan kepada berbagai pihak, khususnya kelompok-kelompok pro-demokrasi dan para pembela hak asasi Manusia untuk terus menggalang solidaritas, bergerak bersama demi mengakhiri impunitas dan kemajuan penegakan hak asasi manusia di negeri kita ini.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Oct 2020 17:27 WIB

KADIN Jatim Sambut Positif Keputusan UMP Tak Naik

Ekonomi dan Bisnis

Harap pekerja dapat memahami situasi pandemi.

28 Oct 2020 17:19 WIB

Fadli Zon Sampai Arie Untung Serukan Boikot Produk Prancis

Internasional

Pernyataan Presiden Prancis dianggap melukai umat Islam di seluruh dunia.

28 Oct 2020 17:00 WIB

Pakar Epidemiologi Berharap GeNose Bisa Segera Lolos Uji Klinis

Nasional

Alat ini diklaim bisa deteksi Covid-19 hanya lewat hembusan nafas.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...