Iklan Kampanye di TV, PPP Tak Ada Wajah Ketua Partainya

Politik 24 March 2019 15:01 WIB

Partai politik, calon anggota legislatif, calon senator, dan pasangan calon presiden serta wakil presiden diperbolehkan beriklan di media massa selama 21 hari, dimulai hari ini, Minggu 24 Maret hingga 13 April mendatang.

KPU membagi media massa menjadi empat kategori, cetak, radio, televisi dan media dalam jaringan. Untuk cetak, iklan kampanye maksimum berukuran 160 mmk x 450 mmk atau 1 halaman yang dibagi dua, untuk pasangan capres nomor urur 01 dan 02.

Kemudian untuk radio, iklan yang difasilitasi maksimum 3 kali, dengan durasi paling lama 60 detik. Sedangkan untuk TV, 3 spot dengan panjang paling lama 30 detik.

Peserta pemilu juga bisa menggunakan iklan secara mandiri. Untuk TV dan radio, iklan mandiri bisa dipasang 10 kali di satu media dengan durasi masing-masing maksimum 30 detik dan 60 detik.

Hari ini, iklan 15 partai politik sudah tayang di televisi saat jeda acara. Masing-masing partai politik mempunyai ide kreatif masing-masing. Misalnya saja PAN. Partai Amanat Nasional ini menampilkan pasangan suami istri selebriti yang diusung sebagai calon legislatif (caleg) seperti Ita Purnamasari-Dwiki Dharmawan, Eko Patrio-Viona Rosalina.

Sementara PPP menjadi satu-satunya partai politik yang tak menampilkan wajah Ketua Umum partai berlambang Kabah. Seperti diketahui Romahurmuziy atau Romi baru saja dijebloskan ke tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan jual beli jabatan. Jabatan Romi saat ini digantikan oleh Plt Suharso Monoarfa. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Feb 2020 08:55 WIB

Membusuk Bersama Partai Politik

Fathorrahman Fadli

Sebuah analisa dari Fathorrahman Fadli, Direktur IDR.

15 Dec 2019 10:15 WIB

UU Kewarganegaraan Diskriminatif, Partai Islam India Protes ke MA

Internasional

Respon partai politik Indian Union Muslim League (UML) bela umat Islam.

02 Dec 2019 21:03 WIB

Anggota PPK, PPS Dan KPPS Pemilu 2019 Terima Reward dari KPU

Politik

KPU menilai mereka pantas mendapatkannya karena kerja berat mereka selama Pemilu 2019

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.