Ibu Negara Ani Yudhoyono Itu Penggemar Berat Rujak Manis, Lho

Nasional 02 June 2019 08:59 WIB

SAYA termasuk salah seorang yang beruntung, mempunyai hubungan cukup dekat secara personal dengan keluaarga Prediden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Termasuk dengan almarhumah Ani Yudhoyono.

Beberapa kali saya dengan mudah bisa mewawancarai SBY secara langsung. Ini tentu membanggakan bagi setiap jurnalis.

Kedekatan saya dengan SBY terjalin sejak dia menjadi mentri di era pemerentahan Gus Dur dan berlanjut pada pemerintahan Megawati Soekarno Putri, sebagai Menko Polhukum.

Hubungan saya dengan SBY semakin cair lantaran beberapa kali diajak mantan wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, berkampanye di Jawa Timur untuk memenangkan pasangan Capres Cawapres SBY - JK di Pilpres 2004. Gus Ipul kala itu sebagai Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor. Sedang lawan Tanding SBY - JK adalah pasangan Megawati Soekarno Putri - KH Hasyim Muzadi, serta pasangan Wiranto dengan Sholahudin Wahid.

Pada Pilpres 2004 tersebut, SBY berhasil mengalahkan mantan presidennya sendiri Megawati. Sejak itu hubungan antra Presiden ke 5 RI Megawati dengan Presiden Ke 6 RI SBY menjadi dingin sampai sekarang. Ada yang menyebut Megawati kecewa berat karena dua kali dikalahkan bekas "pembantunya." Yakni saat Mega berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi pada Pilpres 2004 dan yang kedua pada Pilpres 2009,waktu Megawati berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Lalu apa hubungannya antara Ibu Negara Ani Yudoyono dan rujak manis?

Begini ceritanya, saya waktu liputan di Istana sering membawa makanan ringan untuk dimakan rame rame dengan wartawan. Sesekali membawa beberapa bungkus rujak manis Jl Sabang Jakarta Pusat yang cukup terkenal.

Suatu hari rujak manis itu ternyata sampai pada salah seorang ajudan Ibu Ani.
Saya sempat diwawancarai belinya di mana, siapa penjualnya, soal kebersihan sampai kuakitas buahnya apakah benar benar masih segar. Pertanyaan itu saya jawab apa adanya. Penjual rujaknya saya sebutkan orang Kediri Jawa Timur, pakaiannya necis pakek sepatu seperti orang kantoran.

Esok harinya ajudan yang biasa saya panggil Mbak Endah minta dibelikan 15 bungkus rujak manis. Tidak disebutkan rujak sebanyak itu untuk siapa.

Pesannya, bumbunya yang pedas, pilihkan buah yang segar, jangan pake mentimun. Sejauh itu Mbak Endah tidak bercerita kalau rujak manis itu pesanan Ibu Ani, yang akan dihidangkan pada rapat bulanan istri anggota kabinet SBY-JK di Wusma Negara.

Sesuai pesan ajudan Rujak manis itu saya serahkan melalui Aspri ibu Ani yang sekarang nenjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat. "Ini ada titipan dari ibu" kata Aspri Ibu Ani sambil menyerahkan amplop. Setelah saya buka ternyata berisi Rp 1 juta. Sedang harga resminya perbungkus waktu itu Rp 10 ribu.


Saya baru mengerti rujak itu pesanan Ibu Negara, setelah memperoleh bocoran dari istri Mendikbud M Nuh. "Kata Bu Ani rujaknya enak, mas. Lain kali saya juga mau titip," tutur istri M Nuh.

Waktu ada kegiatan olah raga jalan santai di Istana Cipanas, yang diikuti oleh SBY, ajudan bu Ani bercerita bahwa kalau rujak manis itu dari saya. "Rujaknya enak, saya dan ibu ibu mentri suka banget," kata Ibu Ani. Saya senang mendengarnya. Seingat saya, lebih dari 10 kali ibu Ani Yudoyono titip rujak manis untuk dinikmati rame rame dengan istri anggota Kabinet Bersatu SBY - JK.


Ibu Negara penggemar rujak manis itu kini telah pergi menghadap Sang Khalik....

Ani Yudhoyono wafat setelah berjuang melawan kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu.

SBY, kedua putra dan menantunya, serta cucu-cucunya mendampingi ibu Ani di National University Hospital (NUH), Singapura, hingga tutup usia.

Jenazah almarhumah  Ani Yudhoyono akan dimakamkan hari ini Minggu 2 Juni 2019 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Presiden RI Joko Widodo akan betindak selaku inspektur upacara

Selamat jalan ibu, semoga khusnul khotimah. (asmanu)

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Mar 2020 16:54 WIB

Hari Film Nasional Diawali Darah & Doa Karya Usmar Ismail

Film

Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret.

24 Mar 2020 19:02 WIB

UN Ditiadakan, Dindik Surabaya Mengaku Belum Terima Instruksi

Surabaya

Dengan dalih, pemerintah pusat belum mengirim edaran resmi.

24 Mar 2020 11:45 WIB

Presiden Tawarkan Tiga Opsi untuk UN 2020

Nasional

Virus corona mengganggu proses belajar mengajar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.