Seorang ibu berinisial MA diduga melakukan penganiayaan saat diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang (Foto: istimewa)
Seorang ibu berinisial MA diduga melakukan penganiayaan saat diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang (Foto: istimewa)

Kasus Ibu Cambuk Anak di Malang, Polisi Anggap Bukan Penganiayaan

Ngopibareng.id Jawa Timur 04 September 2020 12:55 WIB

Seorang ibu berinisial MA di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang diduga melakukan penganiayaan kepada anak kandungnya yang masih berusia 8 tahun.

Dugaan penganiayaan tersebut terekam dalam video yang viral di laman Facebook. Dalam video yang berdurasi 4 menit 39 detik tersebut menunjukkan MA mencambuk anaknya menggunakan selang karena tak kunjung paham materi pelajaran matematika.

Satreskrim Polres Malang kemudian mendatangi lokasi kejadian dugaan penganiayaan tersebut setelah melakukan identifikasi video.

"Sejak mengetahui informasi adanya tindak kekerasan itu kami sudah mengidentifikasi perempuan pelaku dan korban dalam video itu," kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Jumat 4 September 2020.

Dari hasil pemeriksaan kepada MA, didapatkan keterangan bahwa sang ibu mengaku memukul anaknya menggunakan selang sebanyak tiga kali dan menggigit tangan anaknya sebanyak satu kali.

"Ayahnya sempat menenangkan si ibu dan mengatakan nanti bisa diajari lagi. Tapi, ibunya tetap memukul anak dengan emosi," kata Andaru.

Kata Andaru, pemukulan yang dilakukan MA belum bisa digolongkan sebagai penganiayaan. Alasannya, karena MA tidak melakukan pemukulan secara berulang dalam tempo beberapa hari.

"Ini hal yang berbeda. Yang jelas bukan perilaku yang berulang," ujarnya.

Kepolisian yang melakukan pemeriksaan bersama dengan Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A) memutuskan untuk tidak melakukan penahanan dan memilih untuk memberikan pendampingan kepada keluarga tersebut.

"Kalau kita tahan, belum tentu bermanfaat. Kita kedepankan asas pemanfaatan," kata Andaru.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Nov 2020 05:36 WIB

Globalisasi dan Agama, Mike Pompeo dan Macron

As’ad Said Ali

Renungan tentang suatu pelecehan agama Islam (Blasphamy)

01 Nov 2020 05:34 WIB

Putus Sekolah Usia 13 Tahun, Sean Connery Tenar Berkat James Bond

Film

Masa kecil Sean Connery penuh liku.

01 Nov 2020 05:20 WIB

Sean Connery Meninggal, dari James Bond hingga Gelar Kerajaan

Film

Aktor James Bond, Seam Connery, meninggal dunia.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...