Hutan Amazon Terbakar Capai Rekor Dunia, Ini Faktanya

24 Aug 2019 14:15 Internasional

Hutan Amazon merupakan paru-paru dunia terluas. Sayang, ketika kini telah terjadi kebakaran hebat di hutan Amazon. Atas kasus ini, pemerintah Brasil dituding 'percepat laju deforestasi'. Jumlah kebakaran di hutan hujan Amazon telah mencapai rekor pada tahun ini, menurut data terbaru dari badan riset antariksa Brasil.

Institut Nasional untuk Riset Antariksa (Inpe) mengatakan data satelitnya menunjukkan insiden kebakaran hutan meningkat 83 persen dibandingkan jumlah dalam periode yang sama pada 2018.

Temuan ini diungkapkan beberapa pekan setelah Presiden Brasil, Jair Bolsonaro memecat kepala badan tersebut terkait data deforestasi.

Asap dari api menyebabkan langit gelap di kota Sao Paolo pada Senin 21 Agustus lalu.


Hutan seluas 'lapangan sepak bola' di Amazon Brasil hilang setiap menit. Kerusakan Amazon akibat penambangan ilegal dapat disaksikan dari luar angkasa.

Kegelapan pada siang hari itu, yang berlangsung selama sekitar satu jam, terjadi setelah angin kuat membawa asap dari kebakaran hutan di negara bagian Amazonas dan Rondonia, yang berjarak lebih dari 2.700km dari Sao Paolo.

Data Inpe menyebutkan, telah mendeteksi lebih dari 72.000 kebakaran sejauh ini pada 2019.

Para konservasionis menyalahkan Bolsonaro, mengatakan bahwa sang presiden telah mendorong para penebang kayu dan petani untuk membuka lahan.

Mengapa terjadi kebakaran di Amazon?

Inpe mengatakan mereka mendeteksi lebih dari 72.000 kebakaran antara Januari dan Agustus — angka terbesar pencatatan dimulai pada 2013. Dilansir BBC, badan tersebut mengungkapkan, telah mengamati lebih dari 9.500 kebakaran hutan sejak Kamis pekan lalu, 15 Agustus 2019, sebagian besar di wilayah Amazon.

Sejumlah pakar meteorologi mengatakan gabungan awan berat dan asap dari kebakaran hutan menimbulkan kegelapan di Sao Paulo. Pada 19 Agustus, matahari tenggelam diperkirakan pukul 17.51 di kota tersebut, namun kegelapan terjadi dua jam sebelumnya.

Citra satelit menunjukkan negara bagian paling utara Brasil, Roraima, diselimuti asap gelap; sementara wilayah tetangganya, Amazonas, menyatakan kondisi darurat terkait kebakaran hutan.

Kebakaran hutan sering kali terjadi pada musim kering di Brasil, tapi juga bisa disulut dengan sengaja dalam upaya penggundulan lahan secara ilegal untuk peternakan hewan.

Bolsonaro menepis data terbaru, mengatakan bahwa ini "musimnya queimada", ketika para petani menggunakan api untuk membuka lahan.

"Saya pernah dijuluki Captain Chainsaw (Kapten Gergaji Mesin). Sekarang saya Nero, mengobarkan api di Amazon," ujarnya seperti dikutip kantor berita Reuters.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini