HUT ke-74 Brimob, Dubes dan Menteri LHK Jadi Warga Kehormatan

14 Nov 2019 10:26 Nasional

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Korps Brigade Mobil atau Brimob Polri digelar di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis 14 November 2019.

Acara bertema Keberagaman Indonesia ini dipimpim langsung Kapolri Idhan Azis. Brimob memberikan penghargaan Warga Kehormatan Korps Brimob bagi Dubes RI untuk malaysia sekaligus pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana.

Pembawa acara tersebut mengatakan, "Mako Brimob memberi penganugerahan kepada Rusdi Kirana yang telah memberikan dukungan untuk pergeseran aparat dari Sabang hingga Merauke secara tepat waktu."

Selain Rusdi Kirana, beberapa nama lain juga turut mendapatkan gelar serupa, mereka yakni Siti Nurbaya Bakar (Menteril Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Urianto Muslimin (Direktur Utama PT. Adjie Bangun Properti), dan H. Samahuddin, SE (Bupati Buton Tengah).

Dalam sambutannya, Idham Azis mengatakan selama memimpin dirinya akan melanjutkan program Promoter yang didukung dengan 7 program implementasi.

"Implementasi kebijakan promoter telah menunjukkan hasil signifikan, dalam masa kepemimpinan saya program ini akan saya lanjutkan lewat 7 program prioritas," ujar Idham.

Berbeda dengan perayaan HUT Mako Brimob sebelumnya, kali ini acara dikemas dengan mengusung tema keberagaman Indonesia. Tamu undangan dihadiri dari perwakilan tokoh agama dan beberapa menggunakan pakaian adat.

Upacara peringatan HUT Mako Brimob ini juga dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani hingga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Selain itu, tampak juga ketua Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi dan Dubes Rusdi Kirana.

Hadir pula para pejabat Polri, pejabat TNI, mantan Dankor Brimob Polri dari masa ke masa, para Purnawirawan Brimob, Mitra Polri dan para Atase Kepolisian Negara sahabat.

Dikutip dari Wikipedia, Korps Brimob juga dikenal sebagai salah satu unit tertua yang ada di dalam organisasi Polri. Beberapa tugas utamanya adalah penanganan terrorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD).

Korps Brimob terdiri dari 2 (dua) cabang yaitu Gegana dan Pelopor. Gegana bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih spesifik seperti: Penjinakan Bomb (Bomb Disposal), Penanganan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif), Anti-Terror (Counter Terrorism), dan Inteligensi. Sementara, Pelopor bertugas untuk melaksanakan tugas-tugas operasi kepolisian khusus yang lebih luas dan bersifat Paramiliter seperti: Penanganan Kerusuhan/Huru-Hara (Riot control), Pencarian dan Penyelamatan (SAR), Pengamanan instalasi vital, dan operasi Gerilya serta pertempuran hutan terbatas.

Pada umumnya, kedua cabang ini sama-sama mempunyai kemampuan taktikal sebagai unit kepolisian khusus, diantaranya; kemampuan dalam tugas-tugas pembebasan sandera di area-area perkotaan (urban setting), Penggerebekan kepada kriminal bersenjata seperti terroris atau seperatis, dan operasi-operasi lainya yang mendukung kinerja kesatuan-kesatuan kepolisian umum. Setiap Polda di Indonesia mempunyai kesatuan Brimob masing-masing.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini