Hujan Lebat di Masjidil Haram, Ketika Wafat Ra Lilur Waliyullah

Khazanah 11 April 2018 17:20 WIB

Setelah dimakamkanya KH Kholilurrahman – akrab dipanggil Ra Lilur – di Kompleks Makam Syaikhona Kholil Bangkalan, muncul pelbagai kisah tentang bukti karomah Sang Zahid itu.

Di antaranya, diakui Ustadz Ma’ruf Khozin, yang tengah menjalani ibadah di Tanah Suci dalam rangkaian umrahnya. Yakni, pada malam ketika Ra Lilur menghadap ke Rahmatullah, Selasa (10/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB di Bangkalan, Madura.

“Maaf gih saya tidak tathayyur (merasa sial dengan wafatnya seseorang). Saya hanya mengabarkan bahwa jelang Isyak tiba-tiba awalnya gerimis terus hujan deras,” tulis Ustadz Ma’ruf Khozin, di akun facebooknya.

Ini memang mengejutkan, karena di tempat di sekitar Masjidil Haram tidak ada tanda-tanda hujan atau mendung sebelumnya.
“Saya pun membasahi diri sejenak dengan air hujan. Tapi kok tambah deras maka saya pun mencari atap yang sudah banyak orang berteduh. Sambil nunggu Adzan saya buka hp, ternyata banyak berseliweran kabar wafatnya Kyai Kholilurrahman,” kata kiai anggota Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur ini.

Seorang warganet, memberikan komentar atas pengakuan Ustadz Ma’ruf Khozin tersebut. “Benar yai ditempat q 18 km dr harom nggk da 1pun air yg menetes ....,” tulis Muhammad Ilham Hudi.

Sebagaimana diberitakan ngopibareng.id sebelumnya, kabar wafatnya cucu Syaikhona Kholil Bangkalan itu disampaikan salah satu keponakannya, Ra Nasih Aschal.

“Mohon doa semua para kiai dan gus, pamanda Kiai Kholilurrahman (Ra Lilur) telah wafat tadi sekitar jam 10 malam,” kata Ra Nasih Aschal, salah seorang kerabat keluarga besar Syaikhona Kholil Bangkalan dalam sebuah grup Whatsapp. “Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah,” lanjutnya.

Ra Lilur ini dikenal sebagai seorang waliyullahjadzab. Tidak seperti kebanyakan kiai lainnya, Ra Lilur lebih sering mengenakan kaos dalam dan celana pendek dengan mengenakan kopiah. Meskipun dalam keadaan menerima tamu.

Janazah dimakamkan di komplek pemakaman Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (11/4/2018) siang. Di antara para ulama dan tokoh masyarakat hadir, seperti KH Zubair Muntashor, Ketua PBNU H Saifullah Yusuf, dan sejumlah tokoh masyarkat lainnya.

Banyak kisah yang menyebutkan Kiai Kholilurrahman mempunyai karomah atau keistimewaan khusus. (adi)

Para santri berebut mengangkat jenazah Kiai Kholilurrahman ke pemakamanPara santri berebut mengangkat jenazah Kiai Kholilurrahman ke pemakaman.
Lautan massa mengantar kepergian Ra LilurLautan massa mengantar kepergian Ra Lilur.
Gus Ipul antar ke Pemakaman Ra Lilur di Kompleks Makam Syaikhona Kholil BangkalanGus Ipul antar ke Pemakaman Ra Lilur di Kompleks Makam Syaikhona Kholil Bangkalan

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Jul 2020 05:49 WIB

Doa Tahlil dan Baca Dzikir untuk Orang Wafat, Ini Dalilnya

Islam Sehari-hari

Sesuai Hadits Nabi menjadi tradisi yang diajarkan ulama hingga kini

08 Jul 2020 20:56 WIB

Delapan Pelaku Gangbang Bangkalan Ditangkap

Kriminalitas

Korban diperkosa di tengah hutan

01 Jul 2020 19:36 WIB

Gus Zaki Hadzik, Pengasuh Pesantren Mashruriyah Tebuireng Wafat

Khazanah

Duka bagi keluarga besar Pesantren Tebuireng Jombang

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...