Pekerja PT Waskita Karya Tbk menyusun kerangka beton proyek renovasi Masjid Istiqlal, di Jakarta. Melalui beberapa proyek yang dikerjakan, kinerja ke depan akan lebih baik. (Dok Waskita)

Hingga Akhir Tahun Ini Kinerja Waskita Diproyeksi Membaik

Waskita Untuk Bangsa 12 September 2019 14:00 WIB

PT Waskita Karya (Persero) Tbk diproyeksikan membukukan kinerja lebih baik di semester II tahun 2019 ini.

Rencana divestasi tol dan upaya yang lebih agresif dalam menyasar kontrak baru di paruh kedua menjadi harapan untuk memperbaiki kinerja perseroan.

Dalam riset yang dirilis Rabu, 11 September 2019, analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya dan Ja'far Saifuddin mengatakan, manajemen Waskita Karya mengindikasikan kinerja yang lebih baik pada semester 2/2019.

Pada paruh pertama, khususnya kuartal II, pendapatan yang dibukukan perseroan belum kuat karena anggaran pemerintah baru mulai cair pada akhir tahun. Hal ini dinilai normal, apalagi pada bulan April lalu juga terdapat gelaran pemilihan presiden.

"Kami berharap perseroan lebih agresif pada semester II dan kinerja akhir tahun bisa kuat," katanya.

Target nilai kontrak baru WSKT untuk 2019 senilai Rp50 triliun dan baru mencapai Rp9,4 triliun pada Agustus 2019. Kontrak baru diharapkan datang dari beberapa proyek jalan tol, seperti Penajam dan Trans Jawa.

Perseroan juga berencana untuk mendivestasi asetnya pada semester II/2019 dan manajemen menyatakan optimistis pada 2 bulan mendatang. Disebutkan telah ada beberapa pihak yang tertarik, tetapi manajemen belum mau membagi keterangan lebih lanjut.

Proses divestasi ini diharapkan setara dengan valuasi harga per nilai buku (price to book value/PBV) 1,5 kali dan bisa digunakan untuk deleveraging. Tol Solo-Kertosono diproyeksikan memiliki harga premium karena memiliki kontribusi trafik yang paling tinggi.

"WSKT juga diharapkan memiliki net gearing ratio 2,5 kali setelah melunasi utangnya," katanya.

Perseroan menargetkan bisa mencapai cash flow yang positif dari pendapatan tahun ini. Kendati demikian, manajemen mengisyaratkan cash flow negatif setiap 2-3 tahun karena faktor musiman.

Para analis meyakini ada katalis negatif bagi kinerja WSKT pada semester II, yaitu penurunan nilai kontrak baru karena perseroan lebih selektif dalam memilih proyek berdasarkan kondisi arus kas.

Adapun, RHB Sekuritas Indonesia merekomendasikan buy untuk saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan menargetkan harga Rp2.700 per saham dalam 12 bulan ke depan.

Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin saham WSKT berada di level Rp1.775 per saham atau naik 35 basis poin atau 2,01 persen.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Aug 2020 11:39 WIB

Trump Setuju Microsoft Beli TikTok, Tapi Ambil Seluruh Sahamnya

Aplikasi

Menurut Donald Trump, jangan cuma ambil 30 persen saham.

23 Jul 2020 18:36 WIB

Mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani Jadi Tersangka

Korupsi

KPK menetapkan jadi tersangka bersama dua mantan petinggi PT Waskita Karya.

07 Jul 2020 10:10 WIB

Sinopsis Money Monster, Penyelidikan Dibalik Anjloknya Saham

Film

aksi George Clooney bongkar alasan saham anjlok

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...