Siti Rafika menunjukkan surat yang ditulis Ahmad Dhani di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu, 2 Mei 2019. (Foto: Farid/ngopibareng.id)

Hindari Tragedi, Dhani Desak Suara Pilpres Dihitung Ulang

Politik 02 May 2019 14:14 WIB

Ahmad Dhani Prasetyo kembali menuliskan surat dari balik tahanan Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur. Melalui surat itu, Dhani mendesak agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menghentikan perhitungan suara Pilpres 2019.

Surat itu ditunjukkan oleh, Ketua Tim Relawan Ahmad Dhani, Siti Rafika Hardiansari. Musikus Dewa 19 itu menyebut bahwa KPU dan Bawaslu harus segera menghentikan perhitungan sebelum terjadinya tragedi nasional.

"Demi menghindari tragedi nasional, alangkah baiknya bila Bawaslu perintahkan KPU untuk stop input data," tulis Dhani dalam suratnya, yang diterima ngopibareng.id, Selasa 2 Mei 2019.

Dhani menuding, perhitungan suara yang saat ini tengah digelar oleh KPU diduga dilakukan dengan cara yang curang, sebab adanya indikasi human order. Ia pun meminta agara perhitungan kembali diulang dari nol.

"Dikarenakan masyarakat bisa melihat dan mengakses sendiri kejahatan human order, maka sebaiknya diulangi input dari nol lagi," kata dia.

Perhitungan ulang yang dimaksud Dhani tersebut, harus dilakukan dengan cara yang berbeda dari perhitungan sebelumnya. Proses perhitungan itu juga harus digelar dengan terbuka dan disaksikan langsung oleh masyarakat, termasuk Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

"Dihitung ulang secara bersama-sama tim, KUP, TKN dan BPN. Dilakukan dari nol data lagi. Digunakan software excell, dan ditempatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno," kata Dhani.

"Digrupkan sebanyak 33 provinsi, (ditampilkan) satu layar satu provinsi. Terakhir baru dijumlahkan secara nasional masing-masing provinsi. Waktu perhitungan dalam 7 x 24 jam, insyaallah selesai," tambahnya.

Menurut Dhani, dalam proses penghitungan yang ada kekurangan data yakni C1 asli yang sudah dimusnahkan, maka harus ada pencoblosan ulang di seluruh TPS di Indonesia.
"Tapi jika ada C1 asli yang sudah dimusnahkan, maka harus ada pencoblosan ulang meskipun itu ada ratusan ribu TPS," ujar dia.

Selain itu Dhani juga menyebut bahwa perdamaian hanya bisa terwujud bila kecurangan tak ada. Pernyataan politisi Partai Gerindra itu mengutip perkataan salah satu tokoh Emha Ainun Najib, atau yang akrab disapa Cak Nun.

"Ingat kata bijak Cak Nun, 'perdamaian hanya bisa didapat jika tidak ada yang mencurangi dan masing-masing menjunjung tinggi nilai kejujuran'. Jika masih ada yang mau main perang total maka perdamaian tidak akan tercipta," ujarnya.

Ia pun meminta KPU, Bawaslu, TKN dan BPN untuk bersepakat melakukan perhitungan suara ulang sebagaimana yang ia usulkan. Hal itu, lanjut Dhani, demi menjaga pemilu yang jujur dan adil. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Aug 2020 20:36 WIB

Angka Kecelakaan Turun Selama Operasi Patuh Semeru 2020

Jawa Timur

Angka kecelakaan turun 48,19 persen.

10 Aug 2020 20:38 WIB

Dokter Banyuwangi Dikeroyok, Polda Tangkap Dua Tersangka Baru

Kriminalitas

Total terdapat tiga tersangka pelaku pengeroyokan.

10 Aug 2020 19:21 WIB

Pengeroyokan Dokter RS Blambangan oleh LSM GMBI Karena Kecewa

Kriminalitas

Mereka terlibat pengeroyokan seorang dokter rumah sakit Blambangan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...