Hiberry berbeda dengan hijab yang selama ini banyak beredar di pasaran. Ada inovasi pembedanya yaitu hijab anti bakteri atau yang biasa disebut hijab anti bau.
Hiberry berbeda dengan hijab yang selama ini banyak beredar di pasaran. Ada inovasi pembedanya yaitu hijab anti bakteri atau yang biasa disebut hijab anti bau.

Hiberry: Hijab Anti Bau Kreasi Mahasiswa UNUSA

Ngopibareng.id Unusa Gateway 30 June 2018 12:56 WIB

Hijab saat ini sudah menjadi gaya fashion yang trendy dan semakin massif dikenakan kalangan muslimah Indonesia. Mulai dari anak sekolah, mahasiswi, kaum wanita profesional, sampai dengan publik figur dan kalangan selebriti. Banyaknya artis yang "berhijrah" dari gaya busana non syar'i dengan mengenakan hijab membuat model hijab makin berkembang. Gaya hijab kalangan artis menjadi tren setter yang banyak ditiru kaum muslimah awam.

Perkembangan dunia mode ini ditangkap dengan baik oleh Andry Dwi Aprianto dan Vina Safiyyah, dua mahasiswa Jurusan manjemen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Mereka dengan jeli melihatnya sebagai peluang bisnis yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya lalu meluncurkan produk hijab sehat diberi label merk Hiberry.

Produk Inovatif

Andre, sapaan akrab Andry Dwi Apriyanto, mengatakan hijab produknya berbeda dengan hijab yang selama ini banyak beredar di pasaran. Ada inovasi pembeda dalam produknya yaitu hijab anti bakteri atau yang biasa disebut hijab anti bau.

"Awalnya sering baca berita tentang bisnis hijab yang laris di Indonesia. Suatu ketika saya membaca berita tentang produk hijab anti bau atau anti bakteri produksi Bandung. Dari situ saya terinspirasi ikut coba menciptakan dan menjualnya karena setahu saya di Surabaya belum banyak yang jual," kata Andre.

Niatan untuk berbisnis hijab muncul secara kebetulan ketika Andre sedang menempuh mata kuliah kewirausahaan. Ada tugas dari dosen kewirausahaan untuk membuat produk sendiri yang berbeda dari produk lain yang sudah ada. Sejak itulah mulai dirintisnya bisnis Hijab anti bakteri Hiberry.

Selanjutnya Andre menjelaskan, disebut hijab anti bau karena hijab ini mampu membunuh bakteri pencentus bau keringat. "Hijab anti bakteri ini dari bahan tekstil produk teknologi canggih. Terbuat dari microfiber yang mampu menyerap keringat dengan cepat sekali. Keringat mengering sehingga bakteri sulit tumbuh dan hijab  terasa dingin ketika dikenakan. Meskipun digunakan seharian dalam kondisi panas-panasan. Dijamin tidak akan menimbulkan bau lepek," jelas Andre.

Selain itu, bahan utama microfiber membuat hijabnya terasa lebih halus dibandingan hijab yang menggunakan bahan lainnya. Makanya tidak heran kalau produk buatan Andre dan Vina laris di pasaran.

"Hiberry cukup laris karena banyak yang telah membuktikan kalau bahan microfiber lebih halus dan nyaman dipakai. Apalagi dijual dengan harga yang terjangkau Rp 65 ribu per pcs. Bahkan di Enplus.unusa.ac.id sempat jadi produk paling laris yang jual di sana," katanya.  

Dukungan Pihak Kampus

Sekedar untuk diketahui, Entrepreneur Plus (EnPlus) merupakan program yang dirancang khusus oleh UNUSA dengan target mampu melahirkan entrepreneur yang rahmatan lil alamin dengan cara membentuk komunitas pengusaha di kalangan mahasiswa UNUSA.

Melalui program ini mahasiswa yang memiliki minat dan tekad menjadi pengusaha digabungkan dalam komunitas marketing berbasis digital berbentuk toko online sebagai tempat menjajakan produknya. Dengan demikian mahasiswa bisa meminimalkan biaya untuk marketing.

Tampilan toko online EnPlus Di dalam website tersedia fitur yang lengkap untuk melayani konsumen Salah satunya tersedia live chatTampilan toko online EnPlus. Di dalam website tersedia fitur yang lengkap untuk melayani konsumen. Salah satunya tersedia live chat.

Andre mengakui sangat terbantu dengan adanya Enplus," Harapan saya, semoga Enplus tambah maju dan terus berkembang sehingga bisa ikut membesarkan Hiberry. Ini kan program kewirausahaan yang terjunnya dari nol sehingga kita tambah pengalaman tahu rasanya memasarkan produk sendiri. Yang jelas, Enplus berperan besar dalam meningkatkan omzet saya," katanya sambil tertawa.

Dari segi pemasarannya laris tapi justru kendalanya di penyediaan stok dagangannya. Dalam produksinya, Andre dan Vina menggandeng partner penjahit. Sedangkan penjahitnya tidak hanya mengerjakan produk mereka tapi juga produk lain. Dengan demikian penggarapan Hiberry harus antri mana kala penjahitnya banyak orderan lain. Kendala ini membuat Andre dan Vina justru merasa tertantang untuk kedepannya bisa mempekerjakan penjahit khusus produk mereka sendiri. Sekaligus mereka juga ingin memberikan lapangan pekerjaan buat orang lain. Disini ada spirit pengusaha yang rahmatan lil alamiin sesuai nilai yang ditanamkan kampusnya.

Selain target punya penjahit sendiri, Andre dan Vina terus berinovasi dengan kreasi produknya. Saat ini mereka sedang mengembangkan diversifikasi produk hijab anti bau dengan tipe berbeda. "Sekarang kami mengembangkan produk yang pakai semprotan. Ini lebih ampuh lagi dalam hal menghilangkan bau. Kemungkinan harganya juga akan lebih mahal dari produk yang sekarang kami produksi. Oleh karena itu pangsa pasarnya ditujukan untuk kalangan menengah ke atas," kata Andre.

Andry Dwi Aprianto mahasiswa Jurusan manjemen UNUSA yang jeli melihat peluang bisnis Andry Dwi Aprianto, mahasiswa Jurusan manjemen UNUSA yang jeli melihat peluang bisnis.

Diversifikasi produk dengan membidik pangsa pasar menengah keatas ini sesuai arahan dosen mata kuliah kewirausahaan UNUSA yang juga pembimbing program EnPlus, Azmil Chusnaini, SIP, M.SM. Menurut Azmil, ia selalu mendorong dan memotivasi mahasiswa agar tidak takut menjual produk yang dipasarkan untuk kalangan menengah ke atas.

"Website enplus ini salah satu cara membuka mindset mahasiswa yang selama ini masih takut jual produk yang mahal. Dalam benak mereka ada anggapan produknya hanya layak dijual untuk kalangan mahasiswa, tetangga, dan orang-orang lingkungan sekitarnya. Padahal sekarang sudah jaman serba digital dan tersedia banyak media sosial yang  bisa digunakan menjangkau konsumen dimana saja di seluruh Indonesia. Terlebih lagi orang-orang yang hidupnya akrab dengan dunia digital pada umumnya kalangan kelas menengah ke atas," kata Azmil.

Azmil selalu menekankan kepada para mahasiswanya agar percaya diri dalam positioning atau memosisikan produknya kepada kelas menengah ke atas. Dengan catatan asal kualitasnya memang bagus dengan packaging yang keren tidak perlu takut menjual dengan harga yang sesuai pangsa pasarnya. "Dalam hal ini intinya berlaku pepatah Jawa, ono rego ono rupo atau ada harga ada kualitas," tambah Azmil.

Pernyataan Azmil Chusnaini diatas merupakan ungkapan nyata tentang komitmen UNUSA dalam hal menyiapkan alumninya menjadi wirausahawan yang inovatif, tangguh, dan mandiri. Komitmen ini sudah dirasakan secara nyata juga oleh mahasiswanya Andre dan Vina yang telah membuktikan mampu berkreasi dengan produk inovatif hijab anti bau bermerk Hiberry. Jadi tidak perlu diragukan lagi UNUSA adalah kampus inovatif pencetak wirausahawan yang rahmatan lil alamiin. Pilihan kuliah yang tepat bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha sukses. (adv/frs)

Penulis : Faris Mujaddid

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Feb 2021 23:10 WIB

Resmi, Australia Wajibkan Google dan Facebook Bayar ke Media

Aplikasi

Undang-undang ini menjadi yang pertama di dunia.

25 Feb 2021 22:45 WIB

China Kini Punya Empat Vaksin Covid-19

Internasional

China juga belum mengeluarkan izin untuk vaksin buatan Barat.

25 Feb 2021 22:23 WIB

Kepolisian Awali Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Banyuwangi

Jawa Timur

Targetkan per hari bisa vaksin 100 orang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...