Di Surabaya, visinya oke punya, mengopikan Kota Pahlawan. (Foto:WidiKamidi/nhopibareng.id)
Di Surabaya, visinya oke punya, mengopikan Kota Pahlawan. (Foto:WidiKamidi/nhopibareng.id)

Heroes Kopi, dari Pinggir Menggugah Pencinta Kopi Kota Pahlawan

Ngopibareng.id Coffee & Resto 06 July 2019 10:30 WIB

Patah tumbuh hilang berganti. Apa itu? Kopi! Bukan main pertumbuhan kedai kopi di Surabaya. Ada yang tumbang, banyak juga yang bermunculan.

Salah satunya Heroes Kopi. Muncul di Surabaya dari kawasan pinggiran. Jauh dari pusat kota Surabaya. Ada di Jalan Klakah Rejo I/IA. Masih Surabaya, dan masih separuh perjalanan menuju Kabupaten Gresik.

Biasanya, kedai kopi, dengan genre ngopi serius, di Surabaya, munculnya di area tengah. Di pusat-pusat pertemuan masyarakat urban. Tapi Heroes Kopi ini tidak, dia memilih untuk mencari tempat di pinggir.

Menurut Koirul Kurniawan, salah satu barista di Heroes Kopi, mengemukakan alasan yang masuk akal. Pertama, area tengah di Surabaya sudah penuh sesak dengan kedai kopi serius. Ibaratnya, menengok kanan dan kiri sedikit saja, mau melangkah beberapa meter saja, sudah ada kedai. Maka, persaingan memperebutkan market tentu akan sangat keras dan ini bukan pekerjaan mudah.

"Apalagi kita baru. Brand baru. Semuanya juga baru. Maka market kita sebenarnya adalah komunitas anak-anak muda. Seperti kita. Nantinya, sambil jalan, menggarap segmen pasar yang lebih lebar. Lebar itu seperti apa? Ya masyarakat umum, ya masyarakat pencinta kopi," kata Khoirul Kurniawan, mahasiswa STESIA Surabaya.

Patah tumbuh hilang berganti. Apa itu? Kopi! Bukan main pertumbuhan kedai kopi di Surabaya. Ada yang tumbang, banyak juga yang bermunculan. Salah satunya Heroes Kopi. Taglinenya keren, #kopikotapahlawan.

Alasan kedua, masih kata Koirul Kurniawan, market di tengah memang menjanjikan. Sangat besar. Apalagi semua masyarakat urban bertemunya di area tengah. Tapi jangan salah, mereka, tempat tinggalnya umumnya di pinggiran. Biaya hidup di tengah mahal. Maka tinggal di pinggiran adalah alternatif yang tidak bisa tidak harus terjadi. 

"Kalau semuanya di tengah, lantas masyarakat pinggiran siapa yang menggarap. Siapa yang mengajak ngopi. Pastinya, mereka juga butuh ngopi kan. Butuh ngopi serius yang tentu saja enak. Kita kenalkan kopi-kopi yang memang berasal dari biji kopi pilihan. Kopi asli. Bukan lantas kalau sudah minggir, kalau sudah pulang di rumah yang berada di pinggiran, ngopinya sembarang warkop yang acapkali kopinya pokoke mambu kopi. Tidak begitu kan," kata dia.

Alasan ketiga, di tengah Surabaya tak gampang mencari tempat usaha kopi yang cocok. Kalau pun ada tempat, lalu cocok, sewanya pasti mahal bukan main. Tak terjangkau dengan keberadaan modal usaha. 

"Market kopi memang sangat menjanjikan di area tengah, namun sangat tak cocok dengan kekuatan modal untuk menyewa tempat usahanya. Saya kira ini problem umum bagi pemula usaha seperti kita. Jadi, kita jalan dulu dengan apa yang kita punya. Heores tidak full tempat ngopi, tapi sebelahnya ada foto studio, jasa shoting, dan lainnya. Kita berbagi tempat," jelas Koirul.

Keramaian Kopi Heroes kalau ingin berfoto tingga langsung jepret di sampingnya FotoWidiKamidingopibarengidKeramaian Kopi Heroes, kalau ingin berfoto tingga langsung jepret di sampingnya. (Foto:WidiKamidi/ngopibareng.id)

Pembukaan Heroes Kopi, 5 Juli 2019, malam tadi, cukup mengundang denyut para pencinta kopi. Anak-anak muda. Para coffee lover, komunitas, dan seterusnya. Seduhan kopi diawali dengan kopi arabika Sunda. Brandingnya adalah kopi Sukatani dari Amstirdam Roastery. 

Heroes, mulanya adalah kegiatan kongkow para mahasiwa yang suka kopi. Setelah berproses, mereka membentuk kawan-kawan kopi. Fokusnya adalah even kampus. Menyeduh dari kampus ke kampus dengan misi edukasi kopi di kalangan mahasiwa.

"Kami sering mengopikan kegiatan kawan-kawan mahasiswa di Kampus WK. Kampus Wijaya Kusuma Surabaya. Edukasi dan berjualan. Lalu beberapa kali ikut even Pasar Tjap Tunjungan dengan Pemkot Surabaya. Even-even ini adalah modal bagi kami untuk melangkah yang lebih serius," kata Heroes Kopi.

Hafiz Dwi Nugroho, salah satu pencinta kopi, disela penuhnya kursi-kursi kedai, mengatakan, Horeos ini mungkin sudah ditunggu hadirnya. Soalnya, kalau mau ngopi serius dan enak, harus meluangkan waktu untuk balik ke tengah Surabaya. Itu jelas makan waktu, bensin, dan tenaga.

"Nah kalau di wilayah sini sudah ada yang serius begini, ya sangat okelah. Minimal, untuk ritual ngopi, saya lebih bisa hemat tenaga dan bensin. Rumah saya di pinggir soalnya. Apalagi kalau brewer-brewernya juga punya skill bagus, rasanya ini oase di pinggiran Surabaya," kata Hafiz. (idi)

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Dec 2019 19:37 WIB

Masuk Kamar Kos Kekasihnya, Pelajar Laki-Laki Menyaru Jadi Wanita

Jawa Timur

Mereka kemudian digerebek warga yang sudah lama mengintai gerak-gerik mereka

15 Jul 2019 08:30 WIB

Berdua Ngopi, 1+2 = Persatuan Indonesia

Ngaji Kopi

Kalau mereka sudah ngopi, tentu tak ada lagi salah paham lagi.

24 Jun 2019 19:10 WIB

Kopi dan Surat Yasin, Dibacakan Langsung Dingin

NekoNeko

Ngopi dingin sejak awal dibuat dengan air dingin. Air dari dalam kulkas. Bisa?

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...